Hilirisasi dan Ekonomi Hijau Jadi Modal RI Perkuat Asean
Jumat, 02 Agu 2024, 00:10 WIBJakarta - Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan hilirisasi dan ekonomi hijau menjadi modal Indonesia dalam memperkuat integrasi dan konektivitas di Asean.
"Hilirisasi menjadi salah satu gebrakan kebijakan Indonesia. Indonesia juga sudah menunjukkan komitmen yang kuat dalam ekonomi hijau," kata Suahasil dalam The 16th Asean and Asia Forum (AAF) Singapura, sebagaimana dikutip dari keterangan tertulis di Jakarta, Kamis.
Terkait hilirisasi, dia melanjutkan, istilah sepertireshoring, nearshoring, friendshoring,danoffshoringmenjadi diksi-diksi yang ramai diperbincangkan. Tiap negara dengan seksama memikirkan pilihan strategi mana yang harus diambil untuk menangani disrupsi rantai pasok dan mengamankan kepentingan domestiknya.
Dalam konteks itu, Indonesia memilih untuk mendorong terciptanya nilai tambah bagi industri nasional sehingga dapat menjadi landasan percepatan transformasi perekonomian di masa depan, yakni melalui hilirisasi.
"Hilirisasi jangan diartikan sebagai pelarangan ekspor sumber daya mineral. Namun, kebijakan ini diperuntukkan untuk menciptakan nilai tambah di sektor pertambangan mineral dan logam," ujarnya.
Indonesia merupakan negara yang kaya dengan sumber daya alam (SDA), termasuk mineral yang diyakini akan memiliki peran penting di masa depan.
Untuk itu, Wamenkeu menyatakan Indonesia terbuka dengan investor hilirisasi untuk menciptakan industri yang berbasiskan SDA mineral.
Adapun terkait ekonomi hijau, Wamenkeu menyoroti berbagai langkah yang telah diambil Indonesia dalam kebijakan transisi energi, seperti Energy Transition Mechanism, Just Energy Transition Partnership, dan keikutsertaan pada kerangka kerja sama PBB untuk perubahan iklim (COP).
Indonesia juga membuka investasi dalamearly retirementPLTU berbasis batu bara menuju akselerasi penggunaan energi terbarukan.
"Keseluruhan ini dilakukan untuk memenuhi dua janji Indonesia kepada dunia yakni mencapai target NDC pada tahun 2030 dan Net Zero Emission di tahun 2060 atau lebih cepat," tutur Wamenkeu.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Stop Ekspor Bahan Mentah! Pemerintah Bidik Produk Bernilai Tambah Tinggi
-
Desak Made Sumbang Emas untuk Indonesia dari Panjat Tebing Asian Games 2026
-
Rybakina Mundur dari Wuhan Open karena Cedera, Fokus Pulihkan Kondisi
-
Jasa Raharja Salurkan Santunan Rp3,02 Miliar untuk Korban Kapal Virgo Transport 8
-
Penyaluran Jagung SPHP Dipercepat, Peternak Menanti Napas Lega dari Beban Pakan
-
Dari Kampus ke Kementan, Wamentan Baru Alim Setiawan Slamet Siap Bawa Riset ke Lahan Pertanian
-
BPS: Harga Cabai Rawit Picu Inflasi di Gorontalo September 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.