BI Sangsi the Fed Pangkas Bunga Acuan pada September 2024
Jumat, 02 Agu 2024, 09:24 WIBJAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyangsikan bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Fed akan mulai mengendurkan kebijakan suku bunga acuannya pada bulan depan. BI memproyeksikan Fed Fund Rate (FFR) bakal diturunkan akhir tahun ini.
Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, memperkirakan suku bunga kebijakan Federal Reserve atau the Fed, akan turun pada Desember 2024.
"Ini sudah sesuai ekspektasi kita sih ya. Pokoknya kita kan juga sudah antisipasi bahwa the Fed akan turunkan suku bunga, ekspektasi kita memang lebih konservatif di Desember," kata Destry, di Jakarta, Kamis (1/8).
Jika suku bunga the Fed (FFR) dapat turun lebih awal pada September 2024, akan menjadi hal yang baik sehingga sentimen high for longer atau suku bunga tinggi untuk waktu yang lebih lama, dapat secara bertahap turun.
"Kalau misalnya the Fed bisa cepat turunin di September, ya mestinya bisa lebih bagus ya jadikan situasi high for longer-nya bisa secara bertahap bisa turun," ujarnya.
Sebelumnya, analis Finex, Brahmantya Himawan, mengatakan pasar telah sepenuhnya memperkirakan penurunan suku bunga FFR sebesar 25 basis poin (bps) pada September 2024 selama beberapa waktu.
Seperti diketahui, rapat dewan kebijakan the Fed atau Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), Rabu (31/7) waktu AS atau Kamis (1/8) dini hari WIB, mempertahankan suku bunga acuan di level 5,25-5,50 persen. Meski demikian, the Fed memberikan sinyal kuat akan memangkas suku bunga pada pertemuan September mendatang.
Dalam pernyataannya, the Fed menjelaskan jika inflasi kini sudah mengarah kepada target sasaran mereka di kisaran dua persen.
"Dalam beberapa bulan terakhir ada kemajuan lebih lanjut menuju target inflasi dua persen. Jika syarat tersebut terpenuhi, kebijakan pemangkasan suku bunga bisa menjadi opsi pada pertemuan berikutnya di September," kata Powell dalam konferensi pers usai rapat FOMC.
Pemangkasan suku bunga diperkirakan sebesar 25 bps. Powell menegaskan pemangkasan suku bunga sebesar 50 bps belum ada dalam bayangan the Fed.
"Saya tidak ingin menjelaskan terlalu spesifik soal apa yang akan kami lakukan, tetapi itu (pemangkasan 50 bps) bukan sesuatu yang kami pertimbangkan saat ini," katanya.
Perkembangan Ekonomi
Sebagai catatan, the Fed menaikkan suku bunga acuan secara total mencapai 525 basis poin (bps) sejak Maret 2022 hingga Juli 2023. Kemudian, FFR ditahan di level 5,25-5,50 persen pada September, November, Desember 2023, Januari 2024, Maret 2024, Mei 2024, Juni 2024, dan Agustus 2024.
Lebih lanjut, Powell mengatakan kondisi ekonomi AS sudah berbeda jauh dengan setahun yang lalu. Inflasi kini sudah melandai sementara tingkat pengangguran sudah meningkat. Klaim tunjangan pengangguran juga menunjukkan warga AS tetap menganggur lebih lama.
Data terbaru menunjukkan inflasi AS pada Juli lalu mencapai tiga persen dibandingkan periode sama tahun lalu atau year on year (yoy). Angka itu jauh lebih rendah dibandingkan pada Agustus 2023 di level 3,7 persen (yoy).
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara, Muchamad Ismail
Berita Terkait:
-
Harga BBM di Inggris Melonjak, SPBU Alami Gangguan Pasokan
-
Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,59% di Triwulan I, Topang Seperenam Ekonomi Nasional
-
Cegah Pelarian Modal, BI Diperkirakan Menaikkan Bunga Acuan di Semester I-2026
-
Hari Film Nasional: JYFF 2026 Perkuat Peran Generasi Muda dalam Industri Kreatif Jakarta
-
Libur Paskah, Penumpang Kereta dari Jakarta Capai 30 Ribu Orang
-
Liga Champions : Sporting Lisbon Mengincar Remontada, Bodo/Glimt Siap Pertahankan Keunggulan
-
Arus mudik sepeda motor di Pantura
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.