Perekonomian Tiongkok Terus Tumbuh

Kamis, 01 Agu 2024, 00:00 WIB

BEIJING - Output ekonomi Tiongkok terus mencatat pertumbuhan pada Juli 2024 seiring prospek bisnis yang tetap optimistis. Namun demikian, sejumlah faktor musiman termasuk gelombang panas dan banjir sedikit menghambat ekspansi tersebut.

Menurut indeks manajer pembelian (Purchasing Managers' Index/PMI) yang dirilis pada hari Rabu (31/7) oleh Biro Statistik Nasional (National Bureau of Statistics/NBS) Tiongkok, indeks output PMI komposit tercatat di angka 50,2 pada bulan ini, turun tipis dari 50,5 pada Juni.

Ket. Foto: Seorang perempuan bekerja di mesin untuk memproduksi sutra di pabrik sutra di Kota Chongqing, Tiongkok, Senin (29/7). — Sumber: AFP/CHINA OUT

PMI sektor manufaktur turun menjadi 49,4, sementara PMI untuk sektor jasa dan konstruksi turun menjadi 50,2. Angka PMI di atas 50 mengindikasikan ekspansi, sedangkan angka di bawah 50 mencerminkan kontraksi.

Mengomentari data tersebut, seperti dikutip dari Antara, ahli statistik senior NBS, Zhao Qinghe mengatakan aktivitas bisnis mengalami perlambatan ekspansi.

Sektor manufaktur mencatatkan iklim bisnis yang sedikit lebih rendah karena sejumlah faktor yang tidak menguntungkan termasuk periode sepi yang biasa terjadi, permintaan pasar yang tidak mencukupi, dan kondisi cuaca ekstrem seraya menambahkan bahwa suhu tinggi dan banjir juga menghambat sektor konstruksi.

Prospek Positif

Menurut data tersebut, terlepas dari hambatan yang ada, sebagian besar perusahaan masih memiliki prospek positif terhadap tren pasar.

Subindeks ekspektasi bisnis berada di angka 53,1, 56,6, dan 52,9 masing-masing untuk perusahaan manufaktur, penyedia layanan, dan konstruksi. Secara khusus, sektor farmasi, perkeretaapian, perlengkapan kapal dan dirgantara, serta mesin listrik menunjukkan indeks ekspektasi di angka 57 atau lebih, mengindikasikan optimisme yang kuat.

Sementara itu, nilai tambah dari industri baru, format bisnis baru, dan model bisnis baru, yang dijuluki sebagai ekonomi "tiga baru", memberikan kontribusi lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi Tiongkok tahun lalu.

Data Biro Statistik Nasional Tiongkok yang dipublikasikan Selasa (30/7) menyebut ketiga pendorong pertumbuhan baru tersebut menyumbang 17,73 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Tiongkok tahun lalu atau naik 0,37 poin persentase dari tahun sebelumnya.

Jika dihitung dengan harga saat ini, menurut NBS, nilai tambah dari ketiga pendorong pertumbuhan baru tersebut adalah sekitar 22,35 triliun yuan atau sekitar 3,13 triliun dollar AS pada tahun lalu, tumbuh 6,4 persen dari tahun sebelumnya.

Industri baru melibatkan penerapan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) baru serta teknologi baru untuk membentuk skala tertentu dalam aktivitas ekonomi baru.

Format bisnis baru melibatkan tautan baru, mata rantai baru, dan bentuk-bentuk aktivitas baru yang berasal dari industri dan bidang yang sudah ada, dengan inovasi dan penerapan teknologi sebagai pendorong utama.

Model bisnis baru melibatkan integrasi dan penataan ulang berbagai elemen operasi perusahaan demi mencapai target nilai pelanggan (customer value) dan laba yang berkelanjutan, sehingga membentuk cara operasi bisnis yang efisien dan kompetitif.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Pemerintah Kota Batam Siapkan Subpenyalur BBM Nelayan di Pulau Rempang

Permudah Akses BBM Subsidi, Pemkot Batam Siap Bangun SPBU untuk Nelayan di Pulau Rempang

Harga Daging Ayam Ras di Dua Kabupaten di Riau di Atas Rp40.000/Kg

Film "The Odyssey" Laris di Korea Selatan, Lampaui 6 Juta Penonton

Balas Trump, Iran Peringatkan Negara yang Gabung dengan Sanksi AS Dianggap 'Musuh'

BMKG Prakirakan Sebagian Besar Wilayah RI Diprakirakan Cerah Berawan pada Minggu

Shopee Gandakan Donasi, Perkuat Gotong Royong Digital untuk Pemulihan Paska Gempa NTT

PT KAI Menilai Sejumlah Kegiatan di Purwokerto Tingkatkan Mobilitas Masyarakat

Lampaui Target Nasional, Banten Jadi Contoh CKG-TBC

Tidak Hanya Jadi Ajang Olahraga, Purwokerto City Run 2026 Kenalkan Budaya Lokal

KemenPU Tangani 1.229 Titik Kekeringan: 41 Ribu Hektar Sawah & 616 Ribu Jiwa Terbantu

Kebakaran Rumah di Kebayoran Baru, Sebanyak 81 Personel Dikerahkan

Gempa M5,9 Mengguncang Jepang Bagian Timur termasuk Tokyo, Layanan Kereta Api Terganggu

269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar

Budi Doremi Rilis Lagu Baru "Cinta Sendiri", Ajak Pendengar untuk Move On

Jaga Tradisi 5 Abad Kota Banjarmasin, Pemkot Gelar Festival Karya Tari

Peringati HUT RI, Polda Metro Jaya Fasilitasi Perpanjangan SIM Gratis Ribuan Pengemudi Ojol

IQAir: Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat Pagi Ini, Kelima Terburuk di Dunia

Kebakaran Melanda Kampung Adat Sade di Lombok Tengah, Rumah Suku Sasak Hangus Terbakar

Tim Bola Voli Putri Indonesia Bungkam Kazakstan, Revans Terbayar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.