Festival Babukung Lestarikan Tradisi Adat dan Budaya Dayak Tomun
Kamis, 01 Agu 2024, 16:37 WIBNANGA BULIK - Dinas Pariwisata Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah menyebut pelaksanaan Festival Budaya Babukung tahun 2024 untuk mengangkat dan melestarikan tradisi adat dan budaya Dayak Tomun ketika sedang mengalami duka cita.
"Tradisi ini memiliki pesan moral di mana Dayak Tomun merupakan suku yang memiliki rasa gotong royong dan rasa saling tolong menolong yang sangat tinggi. Ritual ini juga sebagai bentuk penghiburan bagi keluarga yang berduka," terang Kadis Pariwisata Lamandau,Hendroplin, di Nanga Bulik, Kamis.
Festival Babukung juga fokus pada apresiasi dan mengangkat peran serta masyarakat sebagai elemen pendukung terpenting dalam mewujudkan sebuah pagelaran yang menjadi identitas dan jati diri masyarakat Lamandau.
Festival Babukung diselenggarakan selama tiga hari pada 8 - 10 Agustus 2024. Festival budaya ini sudah masuk dalam Kalender Event Nusantara (KEN) 2024 Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).
Lebih lanjut dia menyampaikan, festival yang rutin diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Lamandau ini sudah kali kesembilan dilaksanakan sejak 2014. Festival ini senantiasa disambut antusias oleh masyarakat maupun wisatawan yang datang.
"Pelaksanaan Festival Budaya Babukung dipilih pada Agustus ini karena dekat dengan HUT Kabupaten Lamandau yang jatuh pada 3 Agustus dan HUT RI pada 17 Agustus," jelasnya.
Dia memaparkan, Festival Babukung tahun ini terdiri atas beberapa rangkaian acara, mulai dari ritual adat, karnaval topeng, rekor MURI Tatakup terbanyak, pentas musik etnik, pagelaran tari kreasi bukung, dan pameran foto bukung.
Kemudian juga dilaksanakan beberapa perlombaan seperti mewarnai, foto dan video, dan pidato Bahasa Inggris. Pelaksanaan Festival Babukung tahun ini juga digelar bersamaan dengan Lamandau Expo 2024.
Pembukaan Festival Babukung dilaksanakan di Bundaran Rusa, Nanga Bulik,dimulai dengan ritual adat, kemudian dilanjutkan dengan Karnaval Babukung yang diikuti oleh desa, kecamatan, paguyuban dan sanggar-sanggar yang ada di Lamandau.
Selain itu, pada pembukaan Festival Babukung tahun ini juga akan ada rekor MURITatakup terbanyak. Tahun ini, demi menambah pengalaman yang luar biasa bagi para pengunjung yang hadir untuk menyaksikan rangkaian kemeriahan acara pembukaan Festival Babukung, disediakan pula tenda berbayar.
"Para pengunjung yang hadir dapat melihat secara jelas dan nyaman seluruh rangkaian acara pada pembukaan ini. Untuk pameran foto bukung, pentas musik etnik, pagelaran tari kreasi Babukung, lomba mewarnai, dan lomba pidato Bahasa Inggris difokuskan di Alun-Alun Kota Nanga Bulik," tutupnya. Ant
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Deri Henriawan
Berita Terkait:
-
Bupati Banyumas Hentikan Sementara Event Usai Tribun VIP Drift Speed Fest Ambruk
-
Energi dari Laut, Bali Mulai Garap Potensi Arus Nusa Penida
-
Kalbar Akan Bangun Pusat Riset Pertanian di Singkawang, Menggandeng Tiongkok
-
Dukung Transisi Energi, Proyek PLTS 100 GW Tahap I akan Diresmikan Presiden di Bali
-
Bank Jakarta Resmikan New Look Branch KCP Kebayoran Park, Hadirkan Wajah Baru yang Lebih Modern
-
Kemenhaj Ancam Tutup Travel Umrah yang Telantarkan Jamaah, Penipu Diproses Pidana
-
Jotun Resmikan Flagship Store Pertama di Palangka Raya, Hadirkan Ribuan Pilihan Warna
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.