Kota Mataram Ajak Warga Rawat Pohon Pelindung di Pesisir
Rabu, 31 Jul 2024, 16:41 WIBMATARAM - Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat mengajak warga untuk merawat ratusan pohon pelindung yang sudah ditanam di sepanjang 9,2 kilometer pesisir pantai kota itu, sebagai upaya mitigasi bencana berbasis vegetasi.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram Mahfuddin Noor di Mataram, Rabu, mengatakan penanaman sekitar 500 pohon saat ini masih berjalan dengan cakupan sekitar 50 persen di delapan kelurahan yang masuk desa tangguh bencana (destana).
"Setelah ditanam, kami harapkan warga yang berada di sekitar destana dapat merawat, menjaga, dan memelihara pohon pelindung tersebut agar bisa tumbuh subur. Kami juga akan pantau terus," katanya.
Dia menyebut delapan kelurahan destana, meliputi Kelurahan Bintaro, Ampenan Tengah, Ampenan Selatan, Banjar, Tanjung Karang, Tanjung Karang Permai, Kekalik Jaya, danJempong Baru.
Penanaman pohon pelindung sudah dilaksanakan di empat kelurahan, di antaranyaBintaro, Ampenan Selatan, dan Tanjung Karang.
"Jumlah bibit pohon yang kita siapkan sebanyak 500 pohon, tapi jumlah itu bisa lebih karena ada swadaya dari masyarakat," katanya.
Setelah penanaman pohon di delapan kelurahan, ujarMahfuddin, akan ada kegiatan serupa dilakukan secara swadaya masyarakat, terutama yang tinggal di titik rawan gelombang pasang.
Dia menyebut jenis bibit pohon yang disiapkan, antara lain ketapang kencana, cemara laut, dan waru. Jenis tanaman itu khas pantai yang bisa menjadi tanaman peneduh dan konservasi dengan karakter mudah beradaptasi.
"Satu bibit rata-rata memiliki tinggi sekitar 2-2,5 meter. Kalau dirawat dengan baik, bibit pohon pelindung bisa cepat tumbuh," katanya.
Ia mengatakan penanaman pohon pelindung ini salah satu bentuk upaya mewujudkan Mataram tangguh bencana, terutama bagi warga pesisir pantai.
Kegiatan ini menjadi rangkaian program Indonesia Disaster Resilience Initiatives Project(IDRIP) atau Proyek Prakarsa Ketangguhan Bencana Indonesia bagi warga Kota Mataram melalui kegiatan mitigasi berbasis vegetasi.
"Tujuannya untuk menghalangi gelombang tsunami, mencegah abrasi, menahan ombak, dan mencegah erosi," katanya. Ant
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Deri Henriawan
Berita Terkait:
-
Menambang Oksigen dari Debu Bulan untuk Kehidupan Luar Angkasa
-
Kolaborasi Kemenpora dan SIWO PWI Apresiasi Atlet Berprestasi
-
Pangkas Rantai Birokrasi, Mentan Cabut 500 Aturan yang Hambat Swasembada Pangan
-
Prolog Enam Menit Awal 'The Odyssey' Akan Dirilis di Bioskop IMAX 70mm Akhir Pekan Ini
-
Bukan di Cappadocia, Intip Tradisi Balon Udara Raksasa 20 Meter yang Hiasi Langit Garut Saat Lebaran
-
Program MBG jadi Berkah bagi Para Petani di NTT
-
Masjid Terdampak Bencana di Aceh Kini Bisa Dipakai Warga
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.