2,56 Juta Ton Beras Impor Telah Masuk ke Indonesia

Selasa, 30 Jul 2024, 00:00 WIB

JAKARTA - Perum Bulog mengatakan beras impor yang telah masuk ke Indonesia mencapai 2.565.596 ton. Kuota impor beras tahun ini mencapai 3,6 juta ton.

"Kemudian untuk realisasi impor per hari ini sudah masuk 2,5 juta ton," kata Kepala Divisi Perencanaan Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog, Epi Sulandari dalam rapat koordinasi inflasi yang disiarkan melalui YouTube Kemendagri, Senin (29/7).

Ket. Foto: Sejumlah buruh membongkar beras impor asal Vietnam dari kapal kargo di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. — Sumber: ANTARA/MAKNA ZAEZAR

Selain dari impor, Bulog juga melakukan penyerapan dari dalam negeri. Epi mengatakan sampai 27 Juli 2024, penyerapan dari petani dalam negeri 768.716 ton. "Terdiri dari realisasi cadangan beras pemerintah (CBP) sebesar 613.724 ton dan realisasi beras komersial 154.992 ton," ujar Epi.

Kini total stok beras di gudang Bulog ada sebanyak 1.612.602 ton. Jumlah itu terdiri dari stok CBP 1.533.594 ton dan stok komersial 78.467 ton. "Sudah kita sebarkan ke seluruh daerah di Indonesia untuk kegiatan Stabilisasi Pasokan dan Harga Beras (SPHP), bantuan pangan atau untuk jaga jaga bencana alam," pungkasnya.

Harga Naik

Sementara itu, berdasarkan data dari Panel Harga Bapanas yang dilansir Senin, pukul 07.00 WIB, mencatat sejumlah pangan, termasuk beras mengalami kenaikan harga. Beras premium naik sebesar 2,38 persen atau 370 rupiah menjadi 15.930 rupiah per kg.

Kemudian beras medium naik 2,87 persen atau 390 rupiah menjadi 13.980 rupiah per kg. Beras stabilitas pasokan dan harga pangan Bulog juga naik 2,86 persen atau 360 rupiah menjadi 12.960 rupiah per kg.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir meminta pemerintah daerah (Pemda) memperhatikan kenaikan harga beras, cabai rawit, dan minyak goreng.

Ia menambahkan jika pemda tidak membuat perencanaan yang baik dengan mengamati bulan apa saja komoditas mengalami kenaikan maka dikhawatirkan kenaikan itu masih terus terjadi.

Tomsi meminta sekretariat inflasi daerah yang terdiri atas Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Satgas Pangan Daerah untuk mengatasi hal tersebut. "Ada satu hal, kita jangan melakukan kekurangan yang berulang. Ini yang perlu digarisbawahi," tambah Tomsi.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Eko S

Berita Terbaru

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

Prawirotaman Adakan Festival Guna Menunjang Kunjungan Wisata

Warga Semarang yang Akan Menikah, Lihat Pameran 50 Vendor Wedding

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

BPBD Cilacap Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kekeringan Meteorologis

Menlu Tiongkok Wang Yi Temui Ketua DEN RI Luhut Panjaitan Bahas Investasi di Indonesia

Ratusan Rumah Adat Sade Ludes Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus Pulihkan Korban

Korea Utara Tuding Rencana Perluasan Anggaran Pertahanan Jepang Sebagai 'Persiapan Perang'

Brentford Kalahkan Tottenham Hotspur dengan Skor Telak 3-0

Pemprov NTT Percepat Perbaikan Infrastruktur Terdampak Gempa M7,7

Pemerintah Kota Batam Siapkan Subpenyalur BBM Nelayan di Pulau Rempang

Permudah Akses BBM Subsidi, Pemkot Batam Siap Bangun SPBU untuk Nelayan di Pulau Rempang

Harga Daging Ayam Ras di Dua Kabupaten di Riau di Atas Rp40.000/Kg

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.