• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Kenali Risiko Sejak Dini, ...

Kenali Risiko Sejak Dini, Kampanye Hari Jantung Sedunia 2026 Digelar YJI dan Perki

Rabu, 23 Sep 2026, 15:58 WIB

JAKARTA — Yayasan Jantung Indonesia (YJI) bersama Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (Perki) resmi meluncurkan kampanye nasional Hari Jantung Sedunia 2026 bertema “Don’t Miss A Beat” di Jakarta, Rabu (23/9). Kampanye ini mengajak masyarakat untuk lebih memperhatikan kondisi tubuh, menjaga kesehatan jantung, serta melakukan langkah pencegahan dan deteksi dini penyakit kardiovaskular.

Peluncuran kampanye dilakukan melalui konferensi pers di Kantor Yayasan Jantung Indonesia, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (23/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi penanda dimulainya rangkaian kampanye yang akan mencapai puncaknya pada peringatan Hari Jantung Sedunia, 29 September mendatang.

Ket. Foto: Sesi foto peluncuran kampanye nasional Hari Jantung Sedunia 2026 bertema “Don’t Miss A Beat” oleh Yayasan Jantung Indonesia (YJI) bersama Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (Perki) di Jakarta, Rabu (23/9). — Sumber: Koran Jakarta - Haryo Brono

Tahun ini, rangkaian kegiatan tidak hanya berfokus pada edukasi, tetapi juga mencakup skrining kesehatan, kegiatan olahraga, kampanye deteksi dini gangguan irama jantung, hingga penggalangan dana.

Skrining Penyakit Jantung Rematik untuk Anak dan Remaja

Salah satu program yang menjadi perhatian utama YJI dalam rangkaian Hari Jantung Sedunia 2026 adalah skrining penyakit jantung rematik (PJR). Program tersebut ditujukan terutama bagi anak dan remaja untuk mendukung deteksi dini penyakit jantung rematik. YJI menyebut skrining telah dan akan dilakukan di empat lokasi, yakni Malang, Tulang Bawang (Lampung), Bekasi, dan Minahasa Utara.

Ketua Umum YJI, Annisa Pohan Yudhoyono, mengatakan bahwa skrining menjadi salah satu bentuk intervensi yang diarahkan untuk mendeteksi penyakit sejak dini.

“Skrining PJR adalah bentuk deteksi dini dan intervensi tepat sasaran. Kami ingin memastikan tidak ada anak Indonesia yang kehilangan masa depannya karena penyakit jantung yang seharusnya bisa dicegah,” ujar Annisa pada kesempatan tersebut.

Menurut dia, upaya menjaga kesehatan jantung membutuhkan keterlibatan lintas sektor, mulai dari pemerintah, sektor swasta, akademisi, hingga masyarakat luas.

“Kami mengajak pemerintah, swasta, akademisi, dan seluruh masyarakat untuk bersinergi menciptakan ekosistem sehat. Kampanye ini tidak boleh hanya seremonial—ia harus menjadi gerakan berkelanjutan yang mengubah gaya hidup masyarakat Indonesia,” tambahnya.

Fashion Nation Digelar untuk Dukung Anak dengan Penyakit Jantung

Pesan mengenai kesehatan jantung juga dibawa melalui pendekatan yang lebih dekat dengan gaya hidup masyarakat, salah satunya lewat ajang Fashion Nation 20th Edition yang dijadwalkan berlangsung pada 25 September 2026 di Senayan City, Jakarta.

Acara tersebut dikemas sebagai charity fashion show dengan menghadirkan sejumlah desainer kenamaan, antara lain Amot Syamsuri Muda, Rinda Salmun, dan Glashka. Para dokter spesialis jantung serta sejumlah figur publik juga akan tampil sebagai muse.

Sebagian hasil penjualan dari kegiatan tersebut akan didonasikan untuk membantu anak-anak dengan penyakit jantung bawaan yang berasal dari keluarga prasejahtera.

Ketua Bidang Komunikasi YJI, Iwet Ramadhan, mengatakan bahwa kampanye Hari Jantung Sedunia tahun ini menggunakan pendekatan 3E, yakni Educate, Engage, dan Activate.

“Educate — informasi kesehatan yang kredibel dan mudah dicerna. Engage — melibatkan figur publik, komunitas, dan media. Activate — dorong aksi nyata seperti olahraga dan pola hidup sehat,” ujar Iwet.

Ia menilai media memiliki peran krusial dalam memperluas jangkauan informasi mengenai kesehatan jantung kepada masyarakat. “Komunikasi yang baik adalah kunci perubahan perilaku,” imbuhnya.

World Heart Day Run Jadi Puncak Kampanye

Rangkaian kampanye akan mencapai puncaknya melalui World Heart Day Run 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 27 September di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.

Kegiatan tersebut mencakup 5K Fun Run, Senam Jantung Sehat, serta pengumuman pemenang Body Transformation Competition (BTC)—sebuah tantangan hidup sehat selama tiga bulan yang telah berlangsung sejak Juni 2026.

BTC menilai perubahan komposisi tubuh dan sejumlah parameter kesehatan, antara lain indeks massa tubuh (IMT), lingkar perut, tekanan darah, profil lipid, serta kadar gula darah. Penilaian dilakukan dalam konteks penerapan aktivitas fisik teratur, pola makan seimbang, dan pemantauan kesehatan berkala.

Selain aktivitas fisik, rangkaian acara ini juga membawa pesan penting mengenai pengenalan gangguan irama jantung, khususnya atrial fibrillation (AF) atau fibrilasi atrium.

Salah satu edukasi yang diberikan adalah program Menari(Meraba Nadi Sendiri). Masyarakat diajak mengenali denyut nadi sendiri dan mencari pertolongan medis apabila menemukan irama yang tidak teratur, terutama jika disertai gejala seperti jantung berdebar, lemas, atau sesak napas.

Edukasi mengenai Basic Life Support (BLS) atau bantuan hidup dasar juga menjadi bagian penting, mencakup pengenalan kondisi henti jantung, cara menghubungi layanan gawat darurat, melakukan resusitasi jantung paru (RJP/CPR), serta penggunaan automated external defibrillator (AED).

Ketua Panitia World Heart Day 2026, dr. Rizky Aulia Fanani, Sp.JP, Subsp. Ar. (K), mengatakan bahwa aktivitas fisik terukur dan pemeriksaan kesehatan secara berkala merupakan kunci pencegahan utama penyakit kardiovaskular.

“Aktivitas fisik terukur dan skrining rutin adalah kunci pencegahan penyakit kardiovaskular,” ujarnya.

Dukungan Omron untuk Deteksi dan Pemantauan

Kampanye nasional ini turut didukung oleh Omron Healthcare Indonesia. Direktur Omron Healthcare Indonesia, Tomoaki Watanabe, menyatakan dukungan tersebut sejalan dengan visi global perusahaan, “Going for Zero”, yang mendorong upaya pencegahan untuk menekan risiko komplikasi stroke dan serangan jantung melalui deteksi dini serta pemantauan kesehatan mandiri.

“Sejalan dengan visi ‘Going for Zero’, Omron percaya bahwa pencegahan penyakit kardiovaskular perlu dimulai dari kesadaran dan langkah nyata yang dapat dilakukan setiap hari. Karena itu, kami tidak hanya menghadirkan perangkat kesehatan, tetapi juga membangun ekosistem yang dapat mendukung masyarakat dalam memantau dan menjaga kesehatan jantung secara berkelanjutan,” ujar Tomoaki.

Omron juga menyoroti pentingnya pemantauan faktor risiko kardiovaskular, termasuk tekanan darah dan gangguan irama jantung seperti atrial fibrillation.

Marketing Manager Omron Healthcare Indonesia, Fanny Himawan, menambahkan bahwa perusahaan mengembangkan berbagai solusi untuk memudahkan masyarakat melakukan pemantauan kesehatan di rumah.

“Melalui semangat ‘Keep On, Life On’, kami ingin membantu masyarakat menjadikan pemantauan kesehatan sebagai bagian dari keseharian. Omron menghadirkan berbagai solusi, mulai dari tensimeter dengan teknologi IntelliSense AFib® hingga perangkat Home EKG (elektrokardiogram) yang dapat membantu pengguna memantau tekanan darah dan irama jantung serta mengenali kemungkinan AFib,” ujar Fanny.

Perki Dorong Pencegahan dan Deteksi Dini

Kolaborasi antara YJI dan Perki dalam kampanye Hari Jantung Sedunia 2026 juga diarahkan untuk memperkuat pesan kesehatan dari perspektif klinis.

Ketua Pengurus Pusat Perki, dr. Ade Meidian Ambari, Sp.JP(K), PhD, mengingatkan bahwa penyakit kardiovaskular masih menjadi salah satu tantangan kesehatan utama di Indonesia, meski sebagian besar faktor risikonya dapat dicegah melalui perubahan gaya hidup dan deteksi dini.

“Jantung Sehat Dimulai dari Mencegah dan Deteksi Dini,” tegas Ade.

Ia mengajak masyarakat untuk mulai menerapkan pola hidup sehat, berolahraga secara teratur, mengendalikan tekanan darah, kolesterol, serta gula darah, berhenti merokok, menjaga berat badan ideal, dan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan.

“Jangan menunggu sakit untuk mulai peduli terhadap kesehatan jantung. Keren itu mencegah dan mendeteksi penyakit sejak dini,” pungkasnya.

Melalui rangkaian kegiatan ini, YJI dan Perki berharap Hari Jantung Sedunia 2026 tidak sekadar menjadi momentum kampanye tahunan, melainkan gerakan nyata yang melekat dalam keseharian masyarakat Indonesia.

  • Deteksi Dini
  • Yayasan Jantung Indonesia
  • penyakit jantung
  • Menari
  • Perki
  • atrial fibrilasi
  • Omron
  • Gaya Hidup Sehat
  • Penyakit Jantung Rematik
  • YJI
  • kesehatan jantung
  • penyakit kardiovaskular
  • Hari Jantung Sedunia 2026
  • World Heart Day 2026
  • Skrining Jantung
  • World Heart Day Run
  • Fashion Nation

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.