JCS: Balon Sampah Korut Dilengkapi Pengatur Waktu Peledakan

Jumat, 26 Jul 2024, 02:59 WIB

SEOUL - Otoritas militer Korea Selatan (Korsel) pada Kamis (25/7) menyatakan bahwa dibandingkan dengan pengiriman balon sebelumnya, Korea Utara (Korut) kini memasang pengatur waktu yang menempel pada balon sampah yang diterbangkan agar dapat meledak untuk jangka waktu tertentu.

Ketua Kantor Urusan Publik Kepala Staf Gabungan (JCS) Korsel, Lee Seog-jun, dalam pengarahan pers pada Kamis mengatakan, bahwa balon sampah Korut mempunyai pengatur waktu yang dapat meledakkan balon tersebut untuk jangka waktu tertentu dalam menyebarkan sampah.

Ket. Foto: Balon Korut l Seorang pejalan kaki melewati sampah yang berasal dari balon Korut dan tersebar di jalanan di Seoul pada Rabu (24/7) lalu. Otoritas militer Korsel pada Kamis (25/7) melaporkan bahwa balon-balon pembawa sampah Korut telah dipasangi pengatur waktu agar dapat meledak untuk jangka waktu tertentu. — Sumber: AFP/Anthony WALLACE

"Rasio pemasangan (pengatur waktu) pun meningkat sedikit demi sedikit," ucap Lee.

Mengenai pentingnya pengubahan metode respons militer sehubungan dengan jatuhnya balon sampah Kout di halaman Kantor Kepresidenan pada Rabu (24/07), Lee menuturkan bahwa sejauh ini tidak ada zat atau materi berbahaya, dan jika menembak balon di udara ada potensi menimbulkan bahaya.

Menurut Lee, JCS tetap berpegang pada pedoman dasar dan membiarkan balon sampah jatuh dengan sendirinya kemudian mengumpulkannya.

Lee pun menjelaskan bahwa ketika balon sampah masuk ke daerah Yongsan di wilayah kantor kepresidenan, pihaknya bekerjasama dengan instansi terkait untuk mengevaluasi unsur bahaya dan merespons cepat dengan memanfaatkan unit tanggap pertama, termasuk unit kimia, biologi, dan antiradiasi yang dikerahkan lebih dulu.

Ketika ditanya apakah kebijakan militer akan berubah jika balon sampah mengandung zat berbahaya, ia menjawab bahwa hal itu dapat dianggap sebagai bentuk serangan terhadap Korsel.

Lee juga menilai bahwa Korut tidak mengirimkan balon dalam jumlah yang konstan selama proses pengiriman 10 kali, karena dibutuhkan waktu tertentu untuk meluncurkan satu balon dan diluncurkan secara terbatas ketika angin barat laut atau barat bertiup. Selain itu, menurut Lee dibutuhkan waktu untuk mempersiapkan konten dan menghabiskan konten yang telah disiapkan.

Mengenai siaran pengeras suara skala penuh terhadap Korut, yang dilakukan sebagai tanggapan terhadap balon sampah, Lee menjelaskan bahwa siaran propaganda lewat pengeras suara terhadap Korut akan memiliki efek yang kuat, jika terus dilakukan dalam jangka panjang, dan tidak menguntungkan bagi Korut.

Lee menambahkan, dari segi biaya, siaran pengeras suara tersebut lebih menguntungkan Korsel daripada Korut yang mengirimkan barang dengan menghabiskan berbagai bahan.

Selanjutnya bunyi propaganda yang dikeluarkan Korut melalui pengeras suara ke arah Korsel sejak 20 Juli lalu membuat kondisi tidak beruntung bagi Korut karena bunyi tersebut justru mengganggu pasukan Korut sendiri.

Tanggapan Balasan

Sebelumnya JCS Korsel melaporkan bahwa diperkirakan bahwa Korut telah menerbangkan sekitar 500 balon pembawa sampah melintasi perbatasan sejak Rabu (24/7) lalu.

"Kami telah mengidentifikasi sekitar 500 balon yang diluncurkan oleh Korut pada pukul 08.00 pagi hari Kamis (25/7), dan menambahkan bahwa 480 balon di antaranya mendarat di Korsel," ungkap kepala JCS seraya menyebutkan bahwa sejauh ini balon-balon yang ditemukan sebagian besar membawa potongan-potongan kertas dan plastik.

Korut telah mengirimkan ribuan balon sampah sejak peluncuran pertamanya pada tanggal 28 Mei lalu sebagai tanggapan balasan atas kampanye selebaran anti-Pyongyang yang dilakukan oleh kelompok pembelot Korut di Korsel.

Militer Korea Selatan melakukan siaran propaganda dengan pengeras suara ke arah Korut di dekat perbatasan sebagai tanggapan atas peluncuran balon sampah yang dilakukan oleh rezim Pyongyang.KBS/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

Berita Terbaru

Pemkot Tangsel Perketat Pengawasan Pergudangan Taman Tekno Menyusul Digulungnya Sindikat Uang Palsu

Gubernur Pramono Kukuhkan Fauzi Bowo Sebagai Ketua Dewan Adat dan Kebudayaan Betawi

Soal Pejabat BI Baru, OJK: Makin Banyak Perempuan di Posisi sStrategis

Polres Lumajang Bantu Padamkan Karhutla di Gunung Semeru dengan Kayu dan Ranting Pohon

Atasi Kekeringan dan Polusi Udara, Pemprov DKI dan BMKG Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

Belitung Diprakirakan BMKG Berpotensi Alami Musim Kemarau hingga November 2026

Kemenag Sulut Tingkatkan Kompetensi Guru PAI Baca Al-Qur'an

Pemkot Tangerang Perkuat Akses Pendidikan hingga Program Kesetaraan Guna Cegah Anak Putus Sekolah

Viral di Depok, Mobil Pick up Buang Muatan Air Aki ke Sungai

OutSystems Perluas Solusi AI untuk Percepat Proses Kredit Perbankan

Kredit Fiktif Bank BUMN Rugikan Negara Rp4,9 Miliar, Dua Tersangka Ditahan Kejati Jateng

Mau Piknik? Inilah Lima Lokasi Favorit Pilihan Keluarga di Kota Tangerang

Bukan karena Demonstrasi, Ini Rekayasa Lalu Lintas Saat Merdeka Run 2026 Sabtu Besok

Animo Tinggi! 10.000 Pelari Bakal 'War' Jalur 8K di Ajang Merdeka Run 2026

Tepung Singkong jadi Pemadam Kebakaran, Ini Risetnya

KKP Dorong 65 Kampung Nelayan Merah Putih Kembangkan Unit Usaha

Pertamina Kirim 2 Kapal Tanker ke Bali Angkut 24,2 Juta Liter Pertalite Perkuat Stok Pulau Dewata

Potensi Awan Hujan Riau 30 Agustus-1 September, Menhut Raja Antoni Minta OMC Dimaksimalkan.

Bocoran GTA 6 Makin Gila dari Cyberleek, Tapi 6 Fitur Penting Ini Malah Masih Misterius

Event Akhir Pekan Jakarta 29-30 Agustus 2026: Dari Pameran FLONA Hingga Pertunjukan Balet

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.