KKP Dorong 65 Kampung Nelayan Merah Putih Kembangkan Unit Usaha
Jumat, 28 Agu 2026, 17:10 WIBJAKARTA -- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong pengelola 65 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) untuk mengembangkan unit usaha yang produktif dan berkelanjutan sehingga program tersebut tidak berhenti pada pembangunan fasilitas perikanan.
Plt. Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP Erwin Dwiyana dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat, mengatakan pengelolaan fasilitas KNMP perlu diikuti dengan penguatan kapasitas pengelola koperasi dalam mengembangkan kegiatan usaha berbasis data.
KKP menggandeng Asosiasi Profesi Pendamping Entrepreneur Indonesia (Asppendo) menggelar pelatihan dan bimbingan teknis kepada pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sekaligus pengelola 65 KNMP di berbagai wilayah Indonesia agar mampu mengelola unit usaha sekaligus menyusun rencana pengembangan berdasarkan potensi masing-masing wilayah.
âBimtek tersebut mendorong pengelola KNMP tidak sekadar menjadi pengelola, tetapi mampu mengembangkan unit-unit usaha, menjadi produktif dan berkelanjutan,â ujar Erwin.
Menurut Erwin, kesiapan pengelola koperasi menjadi salah satu kunci agar berbagai fasilitas yang tersedia di KNMP dapat segera memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Direktur Pemberdayaan Usaha KKP Ali Rahmat Iman Santoso mengatakan salah satu materi yang diberikan dalam bimbingan teknis adalah pencatatan keuangan.
Menurut dia, pencatatan keuangan tidak hanya diperlukan untuk memenuhi tertib administrasi, tetapi juga menjadi dasar bagi koperasi dalam mengambil keputusan usaha.
Ia mengatakan dengan pencatatan yang baik, pengurus bisa melihat kondisi usahanya, menghitung kebutuhan modal, dan menentukan langkah pengembangan berikutnya.
âYang ingin kita bangun bukan sekadar koperasi yang bisa membuat laporan keuangan, tetapi koperasi yang mampu membaca peluang dan mengembangkan usahanya,â kata Ali.
Sementara itu, Ketua Dewan Pengarah Asosiasi Profesi Pendamping Entrepreneur Indonesia Samsi mengatakan pendekatan berbasis praktik diperlukan agar pengurus dapat mengaitkan materi yang diberikan dengan kondisi usaha masing-masing koperasi.
Ia menilai pengurus perlu memahami angka dalam pencatatan keuangan dan tidak sekadar mengisi format laporan.
âKami ingin pengurus tidak sekadar mengisi format pencatatan. Mereka perlu memahami angka-angka di dalamnya dan menggunakannya untuk membaca kondisi usaha serta menentukan langkah yang perlu dilakukan selanjutnya,â ujarnya.
Bimtek pengelolaan keuangan dan pengembangan usaha bagi pengurus KDKMP dan pengelola KNMP dilaksanakan dalam dua tahap, yakni pada 5â7 Agustus dan 13â14 Agustus 2026.
Pelatihan tersebut ditujukan untuk membantu pengurus memahami kondisi keuangan, menyusun rencana pengembangan usaha, serta mempersiapkan kebutuhan pembiayaan.
Pembangunan 65 KNMP tahap pertama telah selesai sepenuhnya pada April 2026, dan siap memasuki tahap operasional. Program tersebut ditargetkan diperluas menjadi 1.386 kampung nelayan hingga akhir 2026.
Setiap KNMP dilengkapi dengan cold storage, pabrik es, dan dermaga. Pemerintah juga menyiapkan tambatan perahu, shelter pendaratan ikan, cool box, fasilitas air bersih, mobil pendingin, penerangan, jalan lingkungan, serta perahu berkapasitas 5 gross tonnage (GT) beserta mesin dan alat tangkap.
- Koperasi Merah Putih
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Antara, Sujar
Berita Terkait:
-
Benahi Kawasan Kumuh Sepanjang Jalan Raya Bogor-Jakarta, Bupati Bogor Lakukan Strategi Ini
-
Kemhan Sampaikan Duka Cita, Dua Peserta Program SPPI Meninggal Dunia Saat Latsarmil
-
AS Desak Kuba Segera Reformasi Ekonomi Sebelum Terlambat
-
Kodim 0701/Banyumas Sebut 182 Gerai KDKMP Telah Dibangun
-
Gubernur Pramono Bangun Pusat Inovasi Jakarta, Gandeng Kampus MIT dan Stanford
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.