Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemenkes: Pemberian Makanan Tambahan Harus Tepat Sasaran untuk Cegah Stunting

📅 Selasa, 23 Jul 2024, 14:13 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemenkes: Pemberian Makanan Tambahan Harus Tepat Sasaran untuk Cegah Stunting Doc: ANTARA/Iggoy el Fitra
Ket. Petugas kesehatan membagikan makanan tambahan kepada ibu dan anak balita di Puskesmas Lubuk Begalung, Padang, Sumatera Barat, Kamis (4/7/2024).

PARINGIN - Kementerian Kesehatan RI menyatakan program intervensi berupa pemberian makanan tambahan (PMT) harus tepat sasaran agar optimal dalam mencegah gagal tumbuh kembang anak atau stunting.

"Jika ditemukan balita mengarah stunting, segera lakukan intervensi dengan pemberian makanan tambahan yang tepat sasaran," kata Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting dari Direktorat Gizi Kesehatan Ibu dan Anak Kemenkes RI Dakhlan Choerone di Paringin, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, Selasa (23/7).

Dakhlanmengapresiasi program Balangan Lawan Stunting (Balanting) yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Balangan dengan menggandeng pihak swasta melalui kegiatan intervensi dan pendampingan ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Ia menilai program intervensi sangat efektif dalam menekan angka stunting di Kabupaten Balangan maupun di daerah lainnya.

Dakhlan menuturkan, balita usia enam bulan hingga dua tahun berpotensi mengalami stunting. Namun, deklarasi bersama desa bebas stunting antara Pemkab Balangan dengan seluruh pemangku kebijakan termasuk pihak swasta menjadi langkah intervensi untuk mencegah kasus gagal tumbuh kembang dengan sasaran ibu hamil, ibu menyusui, dan balita semakin optimal.

Tercatat jumlah balita stunting di Kabupaten Balangan pada 2023 bertambah, sehingga perlu meningkatkan program intervensi maupun pendampingan agar tidak ada lagi penambahan kasus.

"Selain inovasi yang disesuaikan kondisi di daerah, juga perlu dilakukan penguatan para kader posyandu agar program lebih efektif," tutur Dakhlan.

Ia juga menyebutkan deklarasi desa bebas stunting sebagai apresiasi dan bukti nyata komitmen bersama memerangi stunting dan meningkatkan kesehatan anak di Balangan.

Diketahui, prevalensi stunting berdasarkan survei status gizi angka kasus gagal tumbuh kembang di Kabupaten Tabalong tersisa 15 persen.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan Ahmad Sauki menyebutkan pihaknya menganggarkan dana alokasi khusus sebesar Rp1 miliar untuk program penanganan stunting pada 2024.

"Kami bersyukur atas kerja keras semua pihak, terutama perusahaan swasta selama ini terlibat penanganan stunting di Kabupaten Balangan," ungkapnya.

Sauki menegaskan Pemkab Balangan serius dan fokus menangani kasus stunting untuk menyambut Indonesia Emas agar terbentuk generasi yang sehat.

"Sangat tidak mungkin kita menyambut Indonesia Emas kalau generasi kita tumbuh dan berkembangnya terganggu," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...
Daerah
Kasus yang Melingkungi Proy...
Daerah
Polres Kerinci Bahas Distri...
Olahraga
Sabalengka di Luar Dugaan D...

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

50 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
Olahraga
Laga Generasi Baru Menuju F...
Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.