Dispertan Garut Selamatkan Lahan Pertanian Lewat Pompanisasi

Senin, 22 Jul 2024, 16:51 WIB

GARUT - Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Garut, Jawa Barat, berupaya menyelamatkan lahan pertanian yang terdampak kekeringan pada musim kemarau dengan menyiapkan alat pompanisasi agar tanamannya bisa terus tumbuh dan bisa sampai panen.

"Kami menyiapkan (pompanisasi) untuk 275 titik, yang 20 titik ada di kelompok, 80 titik Brigade Dinas, dan 175 titik Brigade Kodim," kata Kepala Bidang Sarana Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan DispertanKabupaten Garut Ardhy Firdian, di Garut, Senin.

Ia menuturkan Dispertan Garut selama ini terus memantau dan melakukan penanganan cepat untuk menanggulangi daerah rawan maupun daerah yang berpotensi dilanda kekeringan akibat musim kemarau tahun ini.

Upaya yang dilakukan, kata dia, dengan melakukan pompanisasi yang saat ini disiapkan sebanyak 465 pompa untuk enyelamatkan lahan pertanian yang dilanda kekeringan akibat kemarau dengan cara menarik air dari sumber air yang masih tersedia.

"Selain itu, kami juga memaksimalkan pemanfaatan pompa eksisting yang ada di masyarakat yang jumlahnya kurang lebih 190 unit," katanya.

Berdasarkan laporan periode setiap bulan pada 15 Juli 2024, kata dia, tercatat yang terdampak kemarau tanaman padi seluas 61 hektare kekeringan ringan, tersebar di sejumlah kecamatan, kemudian tujuh hektare kondisinya puso di Kecamatan Mekarmukti.

Selain padi, kata dia, ada juga lahan komoditas jagung seluas tujuh hektare dilanda kekeringan ringan tersebar di sejumlah kecamatan, sedangkan tanaman komoditas lainnya dinyatakan tercukupi kebutuhan airnya.

"Kalau yang ringan itu pada hampir semua kecamatan ditemukan dengan luasan yang bervariasi. Khusus yang puso hanya ada di Kecamatan Mekarmukti seluas tujuh hektare," katanya.

Ia menyampaikan lahan yang dilanda kekeringan ringan terus diupayakan untuk bisa diselamatkan dengan pompanisasi, memanfaatkan sumber air yang tersedia. Karena itu ia berharapturun hujan di tengah kondisi kemarau basah tahun ini.

"Di interval waktu tertentu 2-3 minggu ada turun hujan, bahkan di beberapa wilayah kadang hujan cukup lebat, istilahnya La Nina, kemaraunya tergolong kemarau basah," katanya.

Koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kabupaten Garut dari Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Provinsi Jawa Barat Ahmad Firdaus menambahkan lahan padi yang puso itu karena sebelumnya tercatat kekeringan berat.

Lahan pertanian itu, kata dia, merupakan kawasan tadah hujan yang hanya mengandalkan kebutuhan airnya saat turun hujan, sedangkan upaya pompanisasi tidak bisa dilakukan karena lokasinya jauh dari sumber air.

"Laporan sebelumnya juga lokasi yang puso tersebut sudah keadaan berat. Lokasinya memang tadah hujan, ketika hujan beberapa waktu yang lalu tidak berpengaruh banyak ke lahan tersebut karena kondisinya sudah keadaan berat," katanya.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Alfred, Antara

Berita Terbaru

Dispar Kaltim Gelar UMKM Weekend Kreatif Fair 2026, Dorong Ekonomi Kreatif dan Produk Lokal.

141 Juta Metrik Ton Batubara Diamankan! Pemerintah Kawal Ketat Pasokan Listrik Nasional

Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby Tegaskan RSD Idaman Layani Pasien Tanpa Diskriminasi.

Temanggung Rintis SMP Negeri Gratis Mulai 2027, Pemkab Siapkan Bantuan Rp300 Ribu per Siswa

Fahira Idris: Pelaku Penyekapan dan Penyiksaan di Bandung Ancam Masyarakat, Aparat Penegak Hukum Harus Pastikan 7 Hal.

Buka LCC Empat Pilar MPR RI Provinsi Sulawesi Utara, Stefanus B.A.N Liow: LCC Perkuat Nilai Kebangsaan Hadapi Tantangan Era Digital

Festival Heritage Depok Lama 2026 Resmi Digelar, Nuansa Belanda Tempo Dulu Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Baru

Harga BBM Nonsubsidi Dinilai Sudah Layak Turun, Bisa Ringankan Beban Kelas Menengah dan Dongkrak Daya Beli

Pesawat Ringan Tabrak Gedung Tertinggi Beijing, Pilot Tewas dan 13 Orang Terluka di CITIC Tower

Bapanas Pastikan Stok Beras Aman Hadapi El Nino, Cadangan Tembus 5 Juta Ton dan Cukup hingga Mei 2027

Jakarta Perkuat Pengendalian Banjir, Edukasi Ciliwung River Adventure Ajak Warga Tak Lagi Buang Sampah ke Sungai

Pria Aniaya Kedi Golf di Modern Golf Tangerang Ditangkap, Dipicu Rasa Cemburu.

Latgabma Malindo Darsasa 12AB/2026 Berakhir, TNI-ATM Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan dan Respons Bencana.

Danlanud Sjamsudin Noor: Kejuaraan IPAC Seri 2 dan Gantolle Seri 1 KTM Fly Kotabaru 2026 Cetak Atlet Dirgantara Masa Depan.

Menkeu: Pembeli Patriot Bond dan Merah Putih Bond Tak Kebal Hukum

Penyelenggara Pastikan Axl Rose hingga Slash Hadir dalam Konser Guns N' Roses di Jakarta

Sekjen INACA: Stimulus Tiket Pesawat Diharapkan Dorong Pemulihan Penerbangan Nasional

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.