Korsel Lanjutkan Siaran Propaganda

Sabtu, 20 Jul 2024, 02:50 WIB

SEOUL - Militer Korea Selatan (Korsel) pada Jumat (19/7) mengatakan pihaknya telah memulai kembali siaran propaganda melalui pengeras suara yang ditujukan kepada Korea Utara (Korut) sebagai tanggapan terhadap Pyongyang yang mengirimkan ratusan balon pembawa sampah melintasi perbatasan.

Seoul mengatakan pihaknya mendeteksi sekitar 200 balon sampah yang dikirim oleh Korut sejak Kamis (18/7) hingga Jumat, menandai peluncuran balon kedelapan yang dilakukan pemerintahan Kim Jong-un sejak akhir Mei lalu.

Ket. Foto: Pengeras Suara l Tentara Korsel sedang mencopot pengeras suara yang dipergunakan untuk siaran propaganda yang tadinya dipasang dekat zona demiliterisasi yang memisahkan Korsel dan Korut di Paju pada 1 Mei 2018. Pada Jumat (19/7), militer Korsel menyatakan telah memulai kembali siaran propaganda terhadap Korut sebagai tanggapan terhadap pengiriman ratusan balon pembawa sampah melintasi perbatasan oleh Pyongyang. — Sumber: AFP/KIM HONG-JI

"Kami telah berulang kali dan dengan tegas memperingatkan Korut mengenai pelepasan balon pembawa sampah yang terus menerus," kata Kepala Staf Gabungan (JCS) Korsel dalam sebuah pernyataan.

"Menyusul peringatan tersebut, militer kami melakukan siaran propaganda melalui pengeras suara ke arah utara (Korut) dari Kamis malam hingga Jumat pagi," imbuh JCS.

Pada Jumat malam, JCS mengatakan mereka telah memulai kembali siaran pada pukul 16.00 (0700 GMT), dan akan melakukannya terus menerus tanpa menentukan durasi siaran baru yang direncanakan.

Kedua Korea secara teknis masih berperang karena konflik tahun 1950-1953 berakhir dengan gencatan senjata, bukan perjanjian damai.

Siaran propaganda tersebut, sebuah taktik yang berasal dari Perang Korea, membuat marah Pyongyang, yang sebelumnya mengancam akan melakukan serangan artileri terhadap unit pengeras suara Seoul.

"Peluncuran balon yang dilakukan Korut merupakan pelanggaran nyata terhadap perjanjian gencatan senjata dan merupakan tindakan memalukan dan tingkat rendah yang menimbulkan bahaya bagi kehidupan sehari-hari rakyat kita," kata JCS dalam pernyataan lain.

Siaran anti-Korut pada Kamis adalah yang pertama di dekat perbatasan sejak 9 Juni, ketika Korsel melanjutkannya untuk pertama kalinya dalam enam tahun sebagai tanggapan terhadap peluncuran balon sampah yang dilakukan Pyongyang, kata juru bicara Kementerian Pertahanan Korsel kepada kantor berita AFP.

JCS mengatakan pihaknya telah mengidentifikasi sekitar 200 balon pembawa sampah yang dikirim oleh Korut pada Jumat pagi, dengan sekitar 40 balon mendarat di wilayah utara Provinsi Gyeonggi yang mengelilingi ibu kota Korsel.

Aksi Pembalasan

Analisis terhadap balon-balon yang diambil menunjukkan sebagian besar berisi kertas bekas dan tidak mengandung bahan berbahaya, kata JCS.

Korut yang mempunyai senjata nuklir telah mengirim lebih dari seribu balon ke selatan sejak bulan Mei, menyebutnya sebagai pembalasan atas balon-balon yang membawa propaganda anti-Kim yang diterbangkan ke utara oleh para aktivis di Korsel.

Balon-balon Korut sendiri telah mengganggu lebih dari 100 jadwal penerbangan yang membawa 10.000 penumpang, kata seorang anggota parlemen Korsel awal bulan ini. Sebagai tanggapan, Seoul telah sepenuhnya menangguhkan perjanjian militer yang mengurangi ketegangan dan mengatakan pada bulan Juni bahwa mereka melanjutkan siaran propaganda di sepanjang perbatasan.

Siaran propaganda Korsel pada tanggal 9 Juni lalu menyertakan lagu-lagu dari megabintang K-pop BTS bersama dengan laporan tentang kinerja penjualan global ponsel pintar Samsung Electronics, menurut kantor berita Yonhap.

Selain selebaran anti-Kim yang dikirim dari Korsel, Korut yang terisolasi juga sangat sensitif terhadap akses masyarakatnya terhadap produk-produk budaya pop Korsel, dengan laporan pemerintah Korsel baru-baru ini merujuk pada kasus pada tahun 2022 di mana seorang pria dieksekusi karena kepemilikan barang-barang berisi konten dari selatan tersebut. AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

Berita Terbaru

Bukan Sekadar Besaran Gaji, Pekerja Indonesia Cari Rasa Dihargai di Tempat Kerja

Virtus Technology Indonesia Resmi Jadi Master Distributor DJI Enterprise di Indonesia

Produk Bernilai Tambah Tinggi Asal Cilegon Tembus Kanada, Kemendag: Bukti Industri RI Makin Kuat

Trafik Uplink Melampaui Downlink, Pola Penggunaan Jaringan Digital Mulai Berubah

Info Loker! Job Fair Pemkab Magelang 2026 Tersedia 3.717 Lowongan

Shin Ye Eun Ajak Masyarakat Indonesia Rasakan Kehangatan Hunian Pintar Berbasis K-Wellness

Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

Babak Gugur Piala Dunia 2026 Mulai Terbentuk, Enam Negara Amankan Tiket 32 Besar, Empat Tersingkir

Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Ini Deretan Pemain yang Memperebutkan dari Messi, Mbappe, hingga Haaland, Siapa yang Layak?

Tiga Pejabat Tinggi Pratama Setjen MPR RI Dilantik, Siti Fauziah Tekankan Penguatan Kolaborasi dan Peningkatan Kinerja Lembaga

Peternak Sapi Perah Indonesia Raih Kenaikan Produksi Susu Berkat Transfer Teknologi AS

DFSK E5 Plus Resmi Buka Pre-Booking di Indonesia, Konsumen Berpeluang Dapat Benefit Rp60 Juta.

Info Lowongan kerja! Ayo Walk in Interview ke GOR Tanjung Duren Jakbar, Buka 4.262 Lowongan

Pertama di Indonesia, Whitesky Group dan SkyDrive Hadirkan Mockup eVTOL 1:1

1.151 KM Jalan Daerah Dilebarkan dari 3 Jadi 8 Meter, Dana Rp5,41 T Digelontorkan

Iming-iming Gaji Tinggi! Wamen P2MI dan Australia Bahas Ancaman Penipuan Pekerja Migran

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.