Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Indonesia Adopsi Kebijakan Kehutanan ASEAN Hasil Pertemuan ASOF ke-27

📅 Sabtu, 20 Jul 2024, 15:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Indonesia Adopsi Kebijakan Kehutanan ASEAN Hasil Pertemuan ASOF ke-27 Doc: ANTARA/M Fikri Setiawan
Ket. Peserta ASEAN Senior Officials on Forestry (ASOF) ke-27 di Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (18/7/2024).

BOGOR - Indonesia segera mengadopsi kebijakan mengenai kehutanan hasil dari ASEAN Senior Officials on Forestry (ASOF) Ke-27 yang berlangsung selama lima hari pada 15-19 Juli 2024 di Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari (PHL) Kementerian LHK Dida Mighfar Ridha di Ciawi, Kamis (18/7), mengungkapkan bahwa kebijakan yang diadopsi yaitu mengenai keberlanjutan ekosistem mangrove.

Ia menyebutkan bahwa keketuaan ASOF akan beralih ke Indonesia setelah sukses menjadi tuan rumah tahun ini di Bogor.

"Kita juga akan ada komitmen dengan negara-negara ASEAN untuk men-develop standardisasi monitoring sistem terbaik hutan. Supaya kita bisa memiliki pengakuan yang sama di tingkat ASEAN," kata Dida.

Menurut dia, Indonesia juga telah melakukan aksi nyata di bawah pimpinan Presiden Joko Widodo dalam menurunkan emisi hingga tahun 2023 juga menurunkan angka deforestasi.

"Kita akan berbagi pengalaman dengan negara negara ASEAN lain, pengalaman Indonesia menurunkan angka deforestasi terlebih pada situasi el nino tahun lalu," ujarnya.

Sementara, Direktur Rehabilitasi Perairan Darat dan Mangrove Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (RPDM KLHK) RI Inge Retnowati menjelaskan sedikitnya ada lima strategi yang disusun secara sistematik pada seminar ASOF pada Rabu (17/7). Strategi tersebut kemudian dibahas dalam ASOF meeting pada 18-19 Juli 2024.

"Kita harapkan strategi ini bisa diterima secara formal oleh semua negara ASEAN dalam pertemuan ASOF meeting," kata Inge.

Sebelum menggelar seminar dan pertemuan, ASOF kK-27 juga melaksanakan Grup Kerja ASEAN pada Pengelolaan Produk Kehutanan (ASEAN Working Group on Forest Products Development/AWG-FPD) selama dua hari pada 15-16 Juli 2024.

AWG-FPD menghasilkan salah satu kebijakan mengenai implementasi rencana aksi kerja sama ASEAN untuk pengembangan hasil hutan periode 2021-2025.

Rencana aksi kerja sama itu mencakup area terkait dengan fasilitasi perdagangan, akses pasar, dan upaya meningkatkan daya saing hasil hutan ASEAN.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

47 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
Luar Negeri
Presiden Marcos Jr Desak Pa...
Luar Negeri
Thaksin Shinawatra Diberi P...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.