- Home
-
- Luar Negeri
-
- Vietnam Ajukan Klaim Baru ...
Vietnam Ajukan Klaim Baru Atas Batas Wilayah di LTS
Jumat, 19 Jul 2024, 02:59 WIBHANOI - Vietnam telah mengajukan klaim kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atas landas kontinen yang diperluas di wilayah tengah Laut Tiongkok Selatan (LTS), sebulan setelah langkah serupa dilakukan oleh Filipina.
Kementerian Luar Negeri Vietnam mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Rabu (17/7) bahwa di bawah Konvensi Hukum Laut PBB (UNCLOS), Vietnam memiliki dasar hukum dan ilmiah penuh untuk menegaskan haknya atas bentangan dasar laut yang membentang lebih dari 200 mil laut (370 kilometer) dari pantainya, serta hak eksklusif untuk mengeksplorasi dan mengeksploitasi sumber daya alam di daerah tersebut.
LTS diyakini kaya akan sumber daya laut dan cadangan minyak. Sebelumnya pada 14 Juni lalu, Filipina mengajukan pengajuannya sendiri untuk memperluas landas kontinen di wilayah Palawan Barat di LTS, yang tumpang tindih dengan klaim Vietnam dan Malaysia.
Vietnam tidak memprotes pengajuan Filipina secara langsung, tetapi mengatakan bahwa meskipun negara-negara pesisir memiliki hak untuk menentukan batas landas kontinen terluar mereka di bawah UNCLOS, ketika mengajukan klaim mereka harus menghormati hak-hak dan kepentingan sah dan sah dari negara-negara pesisir lain yang memiliki pantai yang berseberangan atau bersebelahan.
Filipina kemudian mengatakan bahwa mereka bersedia mengadakan pembicaraan dengan Vietnam untuk mencapai solusi yang saling menguntungkan untuk masalah LTS, dan pada Kamis (18/7) sebagai tanggapan atas pengajuan Vietnam, Filipina mengatakan bahwa pihaknya menegaskan kembali klaimnya atas landas kontinen yang diperluas di wilayah Palawan Barat.
"Namun demikian, kami mengakui hak Vietnam, sebagai negara pesisir seperti Filipina, untuk menyerahkan informasi untuk menetapkan batas luar landas kontinen mereka di luar 200 mil laut sebagaimana diatur dalam UNCLOS," ujar Kementerian Luar Negeri Filipina dalam sebuah pernyataan.
"Kami siap untuk melibatkan Vietnam dalam mencari jalan ke depan yang dapat membantu mencapai solusi yang saling menguntungkan bagi masalah LTS, sesuai dengan hukum internasional, khususnya UNCLOS," imbuh kementerian itu.
Kemungkinan Penolakan
Tiongkok, yang mengklaim sebagian besar wilayah LTS meskipun ada keberatan dari negara-negara regional, menolak klaim landas kontinen yang diperluas oleh Filipina dan kemungkinan besar akan menolak pengajuan Vietnam.
Pengajuan ini merupakan yang ketiga ditempuh Vietnam atas landas kontinen yang diperluas di LTS. Pada Mei 2009 lalu, Vietnam pernah mengajukan pengajuan terpisah untuk wilayah utara dan pengajuan bersama dengan Malaysia untuk bagian selatan LTS.
Kementerian Luar Negeri Vietnam mengatakan bahwa pengajuan terakhirnya adalah untuk memastikan hak-hak sah atas landas kontinennya yang diperluas di bagian tengah LTS, tetapi Vietnam siap dan berkomitmen untuk menyelesaikan dan mengelola semua perselisihan dan perbedaan dengan negara-negara pantai yang relevan dengan cara-cara damai.
Namun pada pengajuan kali ini, Vietnam juga mengirimkan nota lisan kepada Sekjen PBB untuk menyatakan posisi Vietnam mengenai pengajuan serupa yang diajukan Filipina pada Juni lalu, kata Kementerian Luar Negeri Vietnam.
"Vietnam sekali lagi menegaskan kedaulatannya atas Kepulauan Paracel dan Spratly sesuai dengan hukum internasional," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Vietnam. RFA/ST/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Antisipasi Joki Jalur Alternatif Puncak
-
Tua-tua Keladi! Aktor Senior Chow Yun Fat Selesaikan Maraton Hong Kong dengan Iringan Lagu Tema “God Of Gamblers”
-
Bentrok Lagi, Kapal Tiongkok Semprot Meriam Air ke Perahu Nelayan Filipina di LTS
-
AS dan Filipina Gelar Latihan Pencegatan Wahana Nirawak
-
Tiongkok Protes Pernyataan Bersama Presiden Trump dan PM Ishiba Soal LTS
-
Diskotek Marcopolo Dirobohkan! Markas Ormas GRIB Jaya Sumut Diduga Sarang Narkoba, Eksekusi Bertepatan Usai Ketua Ditahan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.