P2G: Guru Honorer di DKI Terdampak 'Cleansing'

Kamis, 18 Jul 2024, 03:13 WIB

JAKARTA - Kepala Bidang Advokasi Guru Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G), Iman Zanatul Haeri menyebut ratusan guru honorer terdampak kebijakan cleansing atau berhenti bekerja. Ratusan guru tersebut berasal dari Daerah Khusus (DK) Jakarta.

"Mereka sejak hari pertama masuk menjadi hari terakhir berada di sekolah. Selain itu Kepala sekolah mengirimkan formulir Cleansing Guru Honorer kepada para guru honorer agar mereka isi," ujar Iman, kepada Koran Jakarta, Selasa (16/7).

Ket. Foto: Kepala Bidang Advokasi Guru Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) menyebut, Iman Zanatul Haeri. — Sumber: Koran Jakarta/M.Ma'ruf

Dia menerangkan, 'pengusiran halus' para guru honorer ini terjadi di berbagai daerah, namun memang metode Cleansing baru ditemui di DK Jakarta. Menurutnya, berdasarkan data rekapan Cleansing untuk daerah Jakarta Utara saja, tercatat 173 guru honorer yang akan dan sudah mengalami Cleansing. "Artinya, jumlah terdampak Cleansing bisa sampai ratusan," katanya.

Iman mengungkapkan, kebijakan tersebut dilakukan tanpa pemberitahuan, dan tanpa persiapan. Selain itu penggunaan diksi Cleansing sangat bermasalah dari segi kebijakan, para guru juga akan terkendala dalam proses seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (PPPK).

Dia menegaskan, praktik kebijakan cleansing guru honorer tidak sesuai amanat Undang-undang nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Menurutnya Pemberdayaan guru harus dilakukan secara demokratis, berkeadilan, tidak diskriminatif, dan berkelanjutan dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia.

"Penggunaan diksi 'Cleansing' sangat bermasalah dari segi kebijakan karena memposisikan guru seperti benda yang mengganggu kebersihan, padahal mereka manusia," jelasnya.

Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan P2G, Feriansyah, meminta pemerintah baik pusat maupun daerah untuk tidak memberhentikan para guru honorer. Menurutnya, para guru honorer justru harus mendapat kepastian dalam mengikuti seleksi PPPK yang berkeadilan.

"Kami meminta seleksi PPPK guru untuk menuntaskan dan memprioritaskan para guru honorer negeri dan tetap membuka seleksi untuk honorer swasta," terangnya. ruf/S-2

Redaktur: Sriyono

Penulis: Muhamad Ma'rup

Berita Terbaru

Gelaran Festival Jadi Mesin Uang! Buleleng Festival Catat Perputaran Ekonomi Rp3,6 Miliar

Bukan Sekadar Festival! Cianjur Fest 2026 Jadi Arena 2.800 UMKM Cari Cuan

Bakso Ikan Tuna Unjuk Gigi di Buleleng Festival, UMKM Gaspol Cari Pasar!

Pesona Lamreh Kembali Dijual, Jangan Abaikan Keamanan Wisatawan!

Dinkes Lebak Mencatat Pelaksanaan CKG Capai 47,52 Persen dari Jumlah Penduduk

Incar Dana Segar, Perusahaan Milik Kampus UGM Siap IPO di Pasar Modal

BPBD Sulteng: Sanksi Pidana Akan Diberikan Terkait Pembakaran Lahan dan Hutan

BMKG: Kabut Asap Selimuti Pekanbaru dengan Kualitas Udara Berbahaya

Chelsea Menang 3-2 atas Fulham pada Pertandingan Pertama Liga Inggris

Panglima TNI Dampingi Presiden Prabowo Tinjau Penanganan Karhutla di Riau dan Sumsel.

Karhutla Riau Meluas, TNI Kerahkan Satgas Khusus untuk Percepat Penanganan.

Komandan Lanud Sjamsudin Noor Dampingi Pangkodau II Tinjau Penanganan Karhutla di Kalimantan Selatan.

Liga Italia: AS Roma Hancurkan Fiorentina 4-0, Donyell Malen Cetak Hattrick

BMKG Prakirakan Cuaca Sebagian Besar Daerah di Wilayah Indonesia Cerah hingga Berawan Tebal

Jangan Biarkan Karhutla Meluas! KSP Minta Penanganan Cepat dan Tegas

NBA Rilis Jadwal Musim 2026-27, Laga Ulangan Final dan Reuni Para Bintang Jadi Sorotan

BMKG Beberkan Cuaca Hari Ini, Mayoritas Wilayah Diprediksi Cerah hingga Berawan

Butter Baby Hadirkan Klepon Donut, Jajanan Tradisional Indonesia dalam Semangat Kemerdekaan.

Calon Penumpang Tak Sabara Tunggu Operasi LRT dari Kelapa Gading ke Manggarai Mulai Besok

Manchester United Bersaing dengan Aston Villa dan Benfica untuk Boyong Alejandro Balde

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.