Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemkot Semarang Ingatkan Bahaya 'Surfing' di Kanal

📅 Rabu, 17 Jul 2024, 17:20 WIB | Oleh:
Pemkot Semarang Ingatkan Bahaya 'Surfing' di Kanal Doc: (ANTARA/Zuhdiar Laeis)
Ket. Sejumlah anak-anak dan remaja sedang bermain seluncuran di Pintu Air Bendung Sungai Banjir Kanal Barat (BKB) Semarang yang belakangan viral dan membuat masyarakat penasaran datang untuk menonton.

SEMARANG - Pemerintah Kota Semarang mengingatkan potensi bahaya atas fenomena "surfing" atau seluncuran di Pintu Air Bendung Sungai Banjir Kanal Barat (BKB) Semarang yang belakangan viral dilakukan anak-anak dan remaja.

Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, di Semarang, Selasa, meminta anak-anak dan remaja yang bermain seluncuran untuk waspada karena arus sungai cukup deras dan air bah bisa datang sewaktu-waktu.

"Saat ini memang masih viral terkait 'surfing' Pleret di BKB itu. Memang jadi suatu keunikan, karena kebetulan airnya itu sedang surut. Tetapi kami harapkan tetap waspada, karena ada kekhawatiran kalau terjadi air bah," kata Ita, sapaan akrabnya.

Ia mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait prakiraan cuaca sehingga bisa memberikan informasi terkini atas kondisi cuaca yang terjadi.

Sebab, aliran Sungai BKB dipengaruhi oleh kondisi cuaca di Kabupaten Semarang, sebab ketika kabupaten tetangga itu dilanda hujan maka dapat dipastikan debit air di sungai tersebut melimpah.

"Kami juga minta DPU (Dinas Pekerjaan Umum) untuk melihat dan mengecek EWS (Early Warning System) yang terpasang. Nanti akan ada semacam sinyal 'warning' kalau terjadi kiriman air lebih besar. Agar anak-anak bisa waspada juga," katanya.

Secara umum, Ita mengaku tidak memberikan larangan, tetapi meminta masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja yang beraktivitas seluncuran itu untuk tetap waspada da berhati-hati.

"Karena namanya anak-anak kan suka bermain, untuk itu saya minta berhati-hati dan kemudian bisa memperhatikan kondisi sungai saat bermain," katanya.

Sementara itu, Camat Semarang Barat Elly Asmara mengatakan bahwa sesuai pihaknya akan mengimbau warga dan anak-anak yang bermain "surfing" di Pleret Sungai BKB agar waspada dan menjaga keselamatan masing-masing.

"Kami akan menindaklanjuti dengan memasang rambu dan 'banner call center' darurat dari relawan, SAR maupun kecamatan sendiri. Hal ini agar masyarakat bisa menghubungi jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," katanya.

Sejalan dengan imbauan Wali Kota Semarang, ia mengatakan pihaknya akan terus memantau dan memonitor kondisi di bendungan Pleret BKB yang belakangan viral dengan aktivitas "surfing" tersebut.

"Kami sejalan dengan imbauan dan arahan ibu Wali Kota untuk terus memonitor, karena satu sisi ini memang hiburan masyarakat yang viral dan diinginkan masyarakat. Hiburan gratis dan murah seperti 'surfing' Pleret ini yang kemudian viral," katanya.

Belakangan ini, kegiatan seluncuran di Bendung Sungai BKB Semarang tengah viral dengan banyaknya anak-anak dan remaja yang ramai-ramai bermain di sistem bendung pertama di Kota Semarang itu.

Dengan viralnya aktivitas tersebut, masyarakat juga banyak yang mendatangi lokasi karena penasaran untuk melihat anak-anak dan remaja yang asyik berseluncur di Bendung BKB meski menyimpan potensi bahaya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

18 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

41 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.