- Home
-
- Luar Negeri
-
- Bumi Catat Suhu Terpanas p...
Bumi Catat Suhu Terpanas pada Juni Selama 13 Bulan Beruntun
Rabu, 17 Jul 2024, 00:00 WIBLOS ANGELES - Suhu permukaan global pada Juni tercatat 1,22 derajat Celsius di atas rata-rata abad ke-20 yang sebesar 15,5 derajat Celsius, menjadikannya rekor suhu terpanas pada Juni dan rekor suhu global tertinggi selama 13 bulan berturut-turut.
Demikian menurut sebuah laporan baru yang dirilis oleh Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional atau National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) Amerika Serikat (AS) pada pekan lalu.
"Ada hampir 60 persen kemungkinan bahwa tahun 2024 akan menjadi tahun terpanas yang pernah tercatat dan 100 persen kemungkinan tahun 2024 akan masuk ke dalam peringkat lima besar," dalam laporannya Pusat Informasi Lingkungan Nasional (National Centers for Environmental Information), sebuah divisi di bawah NOAA.
Dikutip dari Antara, Senin (15/7), laporan tersebut menyatakan suhu pada Juni tercatat di atas rata-rata di sebagian besar permukaan darat global, kecuali Kanada bagian barat, sebagian besar Greenland, Amerika Selatan bagian selatan, Russia barat laut, Asia bagian timur, Australia timur, dan sebagian besar Antarktika timur.
Afrika, Asia, dan Amerika Selatan masing-masing mencatatkan rekor suhu terpanas pada Juni, sementara Eropa mencatatkan suhu terpanas kedua.
Lautan Global
Suhu permukaan laut berada di atas rata-rata di sebagian besar wilayah, sementara sebagian kawasan Pasifik timur dan Pasifik tenggara tropis berada di bawah rata-rata. Lautan global telah mencatatkan rekor suhu terpanas sejak April 2023.
Selain itu, laporan tersebut menunjukkan pada periode Januari-Juni, suhu permukaan global mencapai 1,29 derajat Celsius di atas rata-rata abad ke-20, menjadikannya periode terpanas yang pernah tercatat. Amerika Selatan, Eropa, dan Afrika masing-masing mencatatkan periode terpanas sepanjang tahun ini, sedangkan Amerika Utara mencatatkan periode terpanas kedua.
Luas tutupan salju di Belahan Bumi Utara pada Juni merupakan yang terkecil ke-12 yang pernah tercatat. Secara umum, tutupan salju berada di bawah rata-rata di sebagian besar wilayah, kecuali sebagian Siberia bagian barat dan sebagian kecil Tiongkok, Pakistan, dan Kanada barat jauh, yang berada di atas rata-rata.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Cuaca Ekstrem Berpotensi Melanda Banten pada 3-8 Mei, BMKG Minta Warga Waspada
-
Wah, di Papua pun Sudah Banyak Mafia Tanah Berkeliaran
-
Suhu Bumi Cetak Rekor Terpanas 11 Tahun, PBB Serukan Aksi Global
-
Emas UBS, Antam, dan Galeri24 di Pegadaian pada Senin Pagi Harganya Masih Stabil
-
Hari Pertama Pelaksanaan TKA Jenjang SMP
-
Pemerintah Perkuat UMKM Pertanian Lewat Inovasi, Akses Pasar, dan KUR
-
Cuaca Ekstrem hingga 24 Mei, BPBD DKI Minta Warga Waspada Banjir
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.