Gunung Ibu Tujuh Kali Meletus Sejak Rabu Pagi
Rabu, 17 Jul 2024, 16:38 WIBJAKARTA - Gunung Ibu di Pulau Halmahera Maluku Utara tujuh kali meletus dan menghembuskan abu lebih kurang setinggi 300 meter - 1,2 kilometer ke udara dari puncak kawah gunung api itu, pada Rabu pagi hingga sore ini.
Kepala Badan Geologi M Wafid dalam keterangannya di Jakarta Rabu, mengatakan bahwa letusan pertama terjadi pukul 08.08 WIT yang terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 26 mm dan berlangsung selama 3 menit 38 detik.
Dua letusan kembali terjadi hanya berselisih satu jam dari sebelumnya, kali ini terekam dengan amplitudo maksimum 9 mm yang berlangsung 1 menit 49 detik.
Kemudian sekitar dua jam selanjutnya disusul lagi dengan letusan yang lebih besar. Gunung Ibu melontarkan abu setinggi lebih kurang 1 kilometer - 1,2 kilometer pada pukul 13.00 WIT dan 14.53 WIT. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi lebih kurang 2 menit 32 detik.
Dua aktivitas letusan terakhir teramati pada 15.21 WIT dan 15.43 WIT dengan waktu yang lebih cepat dan singkat.
Petugas posko pemantau Gunung Ibu di Desa Tokuoko mengamati dari rentetan letusan tampak tinggi kolom abu berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah timur laut, timur dan tenggara.
Sampai saat ini aktivitas vulkanik Gunung Ibu masih berada pada status level III atau siaga.
Karena itu, Badan Geologi mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Ibu maupun wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 4 kilometer dan perluasan sektoral berjarak 5 kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif Gunung Ibu.
Begitupun jika terjadi hujan abu, masyarakat diharapkan selalu memakai masker atau penutup hidung-mulut untuk menghindari bahaya gangguan sistem pernafasan.
Gunung Ibu merupakan gunung api yang memiliki ketinggian puncak 1.340 meter di atas permukaan laut. Secara administratif gunung tersebut masuk ke dalam wilayah Kecamatan Ibu, Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara.
Desa Sangaji Nyeku, Goin, Tokuoko, Duono, Tuguis, dan Desa Togoreba Sungi di Kabupaten Halmahera Barat merupakan sejumlah permukiman penduduk terdekat dari arah bukaan kawah Gunung Ibu.
Masyarakat di desa-desa tersebut sempat dievakuasi ke tempat pengungsian yang ada di luar desa saat Gunung Ibu berstatus Awas pada dasarian kedua bulan Mei 2024. Namun, beberapa hari lalu mereka sudah diantarkan pulang ke rumah masing-masing oleh pemerintah daerah setempat karena status Gunung Ibu turun menjadi Siaga. Ant
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Deri Henriawan
Berita Terkait:
-
Tips Aman Tinggalkan Rumah Saat Mudik Lebaran
-
Pengecekan Legalitas 1.085 Batang Kayu Bulat di Sungai Kapuas
-
Baru Pertama Naik Gunung, Jangan Nekat! Ini 5 Tips Anti Celaka Biar Pendakian Pertamamu Nggak Jadi Mimpi Buruk!
-
Gunung Ibu Erupsi, BNPB: Lebih dari 3.000 Jiwa Warga Halmahera Barat Harus Dievakuasi
-
McLaren Awali Musim F1 2026 dengan Pendekatan Bertahan, Stella Akui Ferrari dan Mercedes Unggul
-
Di Tengah Fase Kontraksi, Pelaku Industri Masih pede Tambah Tenaga Kerja
-
Peningkatan aktivitas Gunung Ibu di Halmahera Barat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.