McLaren Awali Musim F1 2026 dengan Pendekatan Bertahan, Stella Akui Ferrari dan Mercedes Unggul
Senin, 02 Mar 2026, 08:00 WIBLONDON â Juara dunia Formula 1, McLaren, dipastikan tidak akan langsung tampil agresif pada awal musim baru. Prinsipal (bos) tim, Andrea Stella, mengungkapkan bahwa skuad asal Woking itu akan memulai musim dengan pendekatan âsedikit defensifâ, menyusul indikasi kuat bahwa Ferrari dan Mercedes berpotensi memimpin persaingan.
McLaren mengusung status juara bertahan pembalap dan konstruktor setelah Lando Norris mengakhiri dominasi empat tahun Max Verstappen musim lalu. Tahun ini, mereka memburu gelar konstruktor ketiga secara beruntun.
Meski demikian, Stella meredam ekspektasi jelang seri pembuka di Melbourne. Ia menyebut hasil uji coba pramusim selama sembilan hari di Bahrain dan Barcelona berjalan positif. Tim menyelesaikan 1.108 lap dan menuntaskan seluruh agenda pengujian.
âDari sisi reliabilitas, kami membuat kemajuan yang baik dan, yang terpenting, berhasil membuat mobil lebih cepat,â ujar Stella dalam sesi tanya jawab jelang Grand Prix Australia.
Ia menambahkan bahwa Norris dan rekan setimnya asal Australia, Oscar Piastri, sama-sama memberikan umpan balik positif terhadap performa mobil.
Namun, Stella mengakui bahwa dalam kelompok tim papan atas yang ia sebut secara alfabetis terdiri dari Ferrari, McLaren, Mercedes, dan Red Bull Ferrari dan Mercedes tampak selangkah lebih maju.
âSulit mengukur seberapa besar selisihnya, tetapi kami percaya Ferrari dan Mercedes sedikit di depan,â katanya. âSaat semua kartu sudah terbuka, pengembangan akan menjadi tantangan utama. Menggunakan metafora sepak bola, bagian awal musim akan membuat kami bermain agak defensif dan mencoba memanfaatkan serangan balik.â
Mobil MCL40 yang akan tampil pada Grand Prix Australia disebut tidak banyak berubah dibanding versi uji coba di Bahrain, kecuali beberapa pembaruan aerodinamika kecil. Tim juga terus berupaya memangkas bobot mobil demi meningkatkan performa.
Musim ini menjadi awal era baru Formula 1 dengan perubahan regulasi mesin dan sasis terbesar dalam beberapa dekade. Porsi tenaga listrik kini hampir setara dengan mesin pembakaran internal, memunculkan kekhawatiran bahwa manajemen energi serta fitur baru seperti mode boost dan overtake dapat mengubah karakter balapan.
âBarangkali belum pernah ada perubahan sebesar ini sekaligus, setidaknya dalam abad ini,â ujar Stella. âMungkin masih ada detail yang perlu disempurnakan agar tontonan di lintasan sepadan dengan popularitas olahraga ini, mudah dipahami penggemar, dan tetap menjadi kompetisi di mana mobil serta pembalap tercepat yang bersaing.â
Seri pembuka akan digelar dalam ajang Australian Grand Prix di Melbourne pekan depan, yang akan menjadi panggung pertama untuk menguji seberapa akurat prediksi kekuatan di awal musim.
Berita Terkait:
-
Van Dijk Minta Maaf Usai Liverpool Dibantai Manchester City
-
Keberangkatan PPIH di Bandara Soetta
-
Lestari Moerdijat: Peningkatkan Literasi Anak Bangsa Harus Konsisten
-
Program Pilah Sampah di Rorotan Berhasil Kurangi hingga 6 Ton Sampah
-
Ferrari Siap Akhiri Laju Kemenangan Antonelli di GP Monako
-
PBB akan Melakukan Pemungutan Suara Soal Resolusi Selat Hormuz
-
Perbaikan Atap di Gate 7 Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta Telah Selesai
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.