Jurus Jitu Jaga Keamanan Data Perusahaan dari Serangan Ransomware
Jumat, 12 Jul 2024, 11:08 WIBJAKARTA - Baru-baru ini, publik Indonesia dihebohkan dengan serangan ransomware ke Pusat Data Nasional (PDN) yang dikelola oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. Serangan ransomware Lockbit 3.0 ke PDN memberikan dampak terganggunya sejumlah layanan publik selama beberapa hari terakhir.
Storage Technology Architect dari HPE Indonesia representing Zerto, Lisa Permatasari mengatakan, pihaknya memiliki jurus jitu dalam menjaga keamanan data perusahaan.
Dalam lanskap digital saat ini, serangan ransomware menjadi semakin canggih dan sering terjadi serta tidak bisa dicegah. Perlunya memastikan perusahaan yang siap selalu dalam merespons secara efektif serangan ransomware sangatlah penting.
Lisa mengatakan bahwa solusi Zerto dapat membantu perusahaan agar pulih dengan cepat dari serangan ransomware dan meminimalkan down time.
Lisa menambahkan, ada beberapa Langkah yang efektif dalam menangani serangan ransomware. Yang pertama, bagaimana melakukan recover dengan cepat. Karena untuk serangan ransomware ini biasanya harus meminimalisir data loss dan juga down time. Sehingga jika perusahaan melakukan recover dengan cepat, berarti perusahaan bisa melanjutkan kembali bisnis yang tadinya berhenti karena adanya serangan ransomware, dikembalikan lagi keadaannya seperti sebelum adanya serangan ransomware. Yang kedua, kalau pun ada data loss, kalau bisa data-lossnya seminimal mungkin.
Ada beberapa keuntungan untuk perusahaan yang menggunakan Zerto jika terkena serangan ransomware. Perusahaan yang menggunakan Zerto dapat melakukan recover dengan cepat. Zerto bisa melakukan rewind kondisi workload perusahaan atau yang terkena serangan tersebut dengan sangat cepat, dengan data loss yang sangat minim.
"Karena Zerto bisa menciptakan recovery point (RPO) setiap 5 hingga 15 detik. Sehingga dengan begitu data lossnya hanya sekitar 5 sampai 15 detik saja. Serta untuk recovery time akan sangat cepat sehingga kita bisa kembali melanjutkan bisnis perusahaan kita jika terkena serangan enkripsi massal," kata Lisa dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (12/7).
Selain itu, Zerto juga bekerjasama dengan Zettagrid Indonesia dalam memasarkan solusi backup dan disaster recovery data. Aditya Irawan selaku Lead Product Architect PT Arupa Cloud Nusantara, mengatakan bahwa tidak hanya menyediakan lisensi, Arupa melalui Zettagrid Indonesia sebagai Cloud Service Provider (CSP) sudah mengoperasikan Zerto sejak 2018 dengan branding SecondSite DRaaS by Zerto.
"Engineers kami memiliki pengalaman membantu organisasi melakukan implementasi Zerto, mengoperasikannya, melakukan disaster recovery drill (DR Drill) dan merawatnya sesuai dengan best practice dari Zerto. Sampai saat ini, kami mengelola perlindungan lebih dari 100 VM menggunakan Zerto," kata Adit.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Tim Koran Jakarta
Berita Terkait:
-
Bukan Sekadar Minuman, Industri Kopi Jadi Senjata Baru Perluas Akses Pasar UMKM
-
Wali Kota: Alun-alun Kota Bandung Dibuka Kembali pada 17 Agustus
-
Harga Cabai Rawit Rp63.900/Kg, Telur Ayam Rp29.250/Kg pada Kamis Pagi
-
Viral Aksi Heroik Penjaga Perlintasan Bangil Selamatkan Pria yang Hendak Menabrakkan Diri ke Kereta
-
Jadi Pahlawan Kemenangan Norwegia Atas Brasil, Erling Haaland: Saya hanya Butuh Satu atau Dua Peluang untuk Cetak Gol
-
Kemendag Optimistis Tempe Jadi Senjata Baru Indonesia Menembus Pasar AS
-
Promo Perlengkapan Sekolah Jakarta Fair 2026: Diskon Alat Tulis hingga 50 Persen
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.