Pemekaran Kabupaten Jemaja di Anambas Masuk dalam Tahapan Kajian Akademik

Senin, 08 Jul 2024, 00:10 WIB

Natuna - Badan Perjuangan Pembentukan Kabupaten Jemaja (BP2KKJ) menyatakan bahwa rencana pemekaran Kabupaten Jemaja dari Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau (Kepri), telah memasuki tahapan kajian akademik.

Sekretaris Umum BP2KKJIndra Syahputradihubungi dari Natuna, Minggu, mengatakan kajian akademik dilakukan oleh dua orang akademisi dari Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang, yakni Dr Oksep Adhyanto dan Dr Bismar Arianto.

"Kamisudah membawa tim akademis ke Pulau Jemaja untuk melakukan pertemuan dengan masyarakat di tiga kecamatan dan sudah selesai, dan juga tim akademis sudah meninjau potensi usaha yang ada di wilayah itu," ucap dia.

Menurut dia, keinginan pembentukan daerah otonom baru (DOB) tersebut merupakan keputusan masyarakat dan sumber dana untuk kegiatan kajian akademismerupakan hasil patungan dari masyarakat, baik yang berada di dalammaupun di luar Jemana.

"Rentang kendali dan kesenjangan pembangunan menjadi dasar mereka ingin membentuk DOB," ujarnya.

Dia mengatakan jika memasuki musim utara yakni bulan September-Februari, masyarakat Jemajamengalami kesulitan untuk ke Ibukota Kabupaten Kepulauan Anambas mengurus keperluan, sebab gelombang laut cukup tinggi.

Ia berpendapat bahwadengan menjadi DOB, Jemaja akan cepat berkembang dan hal tersebut didukung dengan sumber daya alam yang mereka miliki.

"Kita punya potensi perikanan, perkebunan, peternakan hingga pariwisata," imbuh dia.

Kalau mengacu pada peraturan undang-undangan, kata dia, Pulau Jemaja belum layak membentuk DOB, sebab baru memiliki tiga kecamatan dengan penduduk kurang lebih 10 ribu jiwa. Namun, kata dia, jika mengacu kepentingan strategis nasional menjadi mungkin, sebab wilayahnya berbatasan langsung dengan negara jiran Malaysia dan rawan konflik.

"Kita sudah mendapatkan restu dari Bupati dan DPRD Anambas untuk pemekaran Kabupaten Jemaja, namun untuk bantuan anggaran belum direstui, walaupun kami sudah mengajukan beberapa kali," katanya.

Ia mengatakan perjuangan telah dimulai sejak 2021 dan akan terus digesa hingga keinginan tercapai.

"Kita terus berproses untuk mencapai keinginan bersama, oleh karena itu saya harap panitia dan masyarakat tetap solid," ucap dia.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Harga Emas Antam Senin 24 Agustus 2026 Naik, Segini Harga Terbarunya

Kabar Baik! Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

BNPB Evakuasi Lansia Korban Gempa Pulau Palue ke RSUD Maumere, Begini Kondisinya

Mau Bayar Pajak Kendaraan Bermotor? Ini 14 Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Senin

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.