Pemkab Tabanan Ajak Masyarakat Jaga Warisan Budaya Jatiluwih
Minggu, 07 Jul 2024, 06:46 WIBTabanan - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan mengajak masyarakat di Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih untuk menjaga warisan budaya yang diakui dunia melalui UNESCO.
Hal ini disampaikan Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya saat disinggung perihal potensi pencabutan predikat dari UNESCO sebab maraknya pembangunan di area situs.
"Ini harus duduk antara tokoh adat, pemerintah dan pengusaha, duduk bareng atur, kalau sudah saya yakin bisa dipertahankan warisan budaya ini, tinggal diatur, sabar sedikit lagi," kata dia di sela-sela membuka Jatiluwih Festival 2024 di Tabanan, Sabtu.
Kepada media Sanjaya mengatakan masalah ini juga PR Pemkab Tabanan, sebab sebelumnya mereka telah berkomunikasi dengan pemilik usaha yang membangun di area subak.
Para pengusaha tersebut diketahui merupakan pemilik lahan, dimana bangunan yang mereka kembangkan dahulunya adalah sawah berundak warisan leluhur mereka sendiri.
"Jadi mereka merasa punya hak milik, di satu pihak ketika ada objek ya orang lokal bikin warung kecil atau tempat-tempat ini (kafe dan restoran) ini saya tanya memang tidak berizin tapi mereka bilang ini tanahnya warisan leluhur, sekarang dari pemerintah apa yang mereka dapat kalau tidak bisa membangun," ujarnya mengulang alasan rakyat.
Pemerintah sendiri melalui Jatiluwih Festival mengutarakan harapan agar keindahan dan kekayaan DTW tetap terjaga, termasuk warisan budaya subak dan kuliner.
"Jadilah jati diri karakter Jatiluwih, jangan membawa budaya luar ke sini sehingga nanti tidak enak dijual, justru orang datang menikmati apa yang menjadi ciri khas kearifan lokal Jatiluwih," ucapnya.
Manajer DTW Jatiluwih John Ketut Purna mengatakan berkat festival ini mereka mendapat harapan baru soal upaya menjaga predikat UNESCO ini.
"Akan dibuat konsensus lokal dulu antara bendesa adat, perbekel, pekaseh dan semua warga di kampung ini, setelah itu bawa ke pemda nanti digodok dijadikan aturan perda aturan baku mana yang boleh dan tidak di area sawah," ujarnya.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Bapenda Provinsi Sulawesi Tengah Kembangkan Aplikasi untuk Pembayaran PKB
-
KKP Pastikan Data Kawasan Konservasi Laut Indonesia Transparan dan Diakui Global
-
Dana Desa Papua Tengah Anjlok Jadi Rp535 Miliar pada 2026, Gubernur Ungkap Penyebabnya
-
Bangkit Lewat Kesehatan, Afghanistan Gencar Dongkrak Vaksinasi Polio
-
Penyerang Anyar PSS Sleman Matheus Fornazari Berambisi Cetak Banyak Gol
-
BPJN Aceh Targetkan Jembatan Pelang dan Titi Merah Rampung Akhir 2026
-
Padang Rumput Bergelombang di Ketinggian 2.235 mdpl
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.