Praktisi dan Akademisi Korsel Akan Gelar Debat Reformasi Medis

Minggu, 30 Jun 2024, 05:15 WIB

Seoul - Profesor sekolah kedokteran dan dokter komunitas pada Sabtu memutuskan untuk mengadakan debat nasional mengenai reformasi medis pemerintah pada Juli mendatang yang tampaknya akan mengakibatkan pemogokan kolektif selama satu hari.

Sebuah kelompok konsultasi dokter yang dikenal sebagai "komite khusus untuk perawatan medis yang jujur," memutuskan untuk mengadakan debat pada tanggal 26 Juli dengan partisipasi dari para dokter dari berbagai disiplin ilmu, termasuk profesor sekolah kedokteran.

Ket. Foto: Arsip foto - Para petugas medis berjalan di sebuah rumah sakit di Daegu, Korea Selatan (15/3/2000). — Sumber: ANTARA/Lee Sang-ho/Xinhua

Diwakili oleh para profesor kedokteran serta peserta pelatihan dan dokter komunitas, komite tersebut dibentuk awal Juni ini sebagai badan perwakilan untuk bernegosiasi dengan pemerintah mengenai reformasi medis.

Pejabat komite mengatakan perdebatan tersebut pasti akan berujung pada penangguhan layanan medis selama satu hari oleh para peserta yang kemungkinan besar merupakan profesor kedokteran di rumah sakit universitas umum.

Anggota komite juga mengulangi seruan mereka kepada pemerintah untuk membatalkan kenaikan kuota sekolah kedokteran yang menurut mereka keputusan tersebut diambil tanpa pembenaran ilmiah.

Keputusan tersebut diambil di tengah berlanjutnya perselisihan antara pemerintah dan komunitas dokter mengenai keputusan pemerintah untuk meningkatkan kuota penerimaan sekolah kedokteran secara nasional sebanyak 1.500 kursi untuk tahun depan dalam upaya mengatasi kekurangan dokter.

Para profesor kedokteran di tiga rumah sakit besar Universitas Yonsei telah melakukan pemogokan tanpa batas waktu sejak Kamis, menuntut langkah nyata dari pemerintah untuk menyelesaikan krisis layanan kesehatan yang sedang berlangsung.

Sejak akhir bulan Februari, para dokter peserta pelatihan di seluruh negeri juga tidak lagi menjalankan tugas di rumah sakit umum sebagai bentuk protes, sehingga secara signifikan mengurangi kapasitas layanan medis di rumah sakit tersebut.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

Karhutla di Kalbar Capai 38 Ribu Hektare, BNPB Waspadai Ancaman Bencana Asap

Status Bandara IKN Bakal Diubah Jadi Bandara Umum

TNI Siagakan 73.766 Personel Tangani Karhutla di Berbagai Wilayah.

TNI Salurkan 695,17 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT.

Perlu Audit Nasional PMB Jalur Mandiri PTN Buntut Kasus Unsoed

Kelas Menengah Menyusut Pertanda Kemajuan Pembangunan Indonesia Melambat

Pramono Siapkan 10.000 Bus Listrik untuk Atasi Polusi dan Kemacetan Jakarta

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.