Kurs Rupiah Melemah, Kemenparekraf Ajak Berwisata '#DiIndonesiaAja'
Selasa, 25 Jun 2024, 16:42 WIBJAKARTA - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengajak masyarakat berwisata #DiindonesiaAja dalam kondisi melemahnya nilai tukar atau kurs rupiah terhadap dollar AS.
Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Utama Kemenparekraf/ Baparekraf, Nia Niscaya, menjelaskan Kemenparekraf turut berupaya menguatkan kembali nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dari sisi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, salah satunya dengan meningkatkan pergerakan wisatawan nusantara dengan menunda perjalanan ke luar negeri dan berwisata #DiIndonesiaAja karena ini merupakan kebocoran devisa serta kita akan lebih berupaya untuk mendatangkan wisatawan mancanegara lebih banyak karena akan mendatangkan devisa.
"Wisnus ini penting, ibaratnya kantong kanan dan kantong kiri, terjadi pergerakan ekonomi antar kantong. Sementara, jika wisman itu ibaratnya kantong uang yang bertambah (devisa)," kata Nia dalam keterangan tertulisnya, (25/6) .
Sektor pariwisata merupakan salah satu penopang perekonomian Indonesia dan menjadi penyumbang devisa utama. "
Karena itu saya ingin sampaikan berliburlah di Indonesia, karena ketika kita berlibur ke luar negeri artinya devisa kita bocor, padahal kita perlu banget devisa. Kita perlu menambah devisa dengan meningkatkan wisman," kata Nia.
Dia menyampaikan bahwa wisnus memiliki tingkat belanja yang cukup tinggi ketika berlibur, di antaranya 22,82 persen untuk akomodasi, 17, 69 persen untuk makanan dan minuman, 20,93 persen untuk angkutan, 9,33 persen di cendera mata, pengeluaran untuk belanja 8,24 persen, dan untuk jasa hiburan 7,28 persen.
"Wisnus sudah mulai ada perubahan kalau dahulu menginap di rumah saudara karakteristiknya, sekarang tidak, mereka sudah menggunakan hotel. Selain itu, konsumsi makanan yang dahulu membawa bekal, kini mereka pergi ke resto atau tempat makan," kata Nia.
Wisnus dan wisman dapat meningkatkan kontribusi sektor pariwisata terhadap PDB atau keduanya memiliki peranan pada peningkatan pertumbuhan ekonomi. Dengan kata lain, pergerakan wisnus untuk pergerakan ekonomi sedangkan pergerakan wisman untuk meningkatkan devisa.mza
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Mohammad Zaki Alatas
Berita Terkait:
-
Kemenbud: Lamin Mancong sebagai Monumen Harmonisasi dan Akulturasi Budaya di Kaltim
-
Ironi Tongkok! Rekor Bangun Energi Surya dan Angin, tapi 360 TWh Listrik Bersih Terbuang Sia-sia
-
Trump Perketat Pengawasan AI, OpenAI hingga Google Wajib Serahkan Model Sebelum Rilis
-
Dibayangi Eskalasi Geopolitik, 10 Agustus 2026
-
58 Rig PDSI Siap Jadi "National Drilling Champion", Kunci Ketahanan Energi RI
-
Pembangunan Sekolah Rusak di Jakarta Mulai September 2026
-
Pemprov Sumut Siapkan Jalur Alternatif Medan–Berastagi bagi Wisatawan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.