Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jalur Rempah Bukti Indonesia Negara Adidaya Budaya

📅 Senin, 24 Jun 2024, 11:56 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jalur Rempah Bukti Indonesia Negara Adidaya Budaya Doc: ANTARA/Gilang Galiartha
Ket. KRI Dewaruci bersandar di Dermaga CT1 BPKS, Sabang, Aceh, Sabtu (22/6/2024).

JAKARTA - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyatakan penelusuran Jalur Rempah melalui kegiatan Muhibah Budaya Jalur Rempah (MBJR) menjadi langkah bahwa Indonesia merupakan negara adidaya budaya.

"Ini kesempatan untuk menyebarluaskan informasi tentang potensi kekayaan Jalur Rempah. Ini menjadi bukti Indonesia adalah negara adidaya budaya dengan seluruh potensi yang terus dilestarikan hingga ke mancanegara," kata Direktur Pembinaan dan Pengembangan Kebudayaan Kemendikbudristek Irini Dewi Wanti dalam keterangan di Jakarta, Senin (24/6).

Irini menuturkan MBJR menjadi upaya berbagi informasi perdagangan rempah dan budaya Nusantara, sekaligus mendukung Jalur Rempah sebagai salah satu jalur pelayaran dunia yang ke depannya akan dinominasikan sebagai Tentative Lists UNESCO.

Salah satu daerah menjadi Jalur Rempah adalah Sabang, yakni saat Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Dewaruci pada 70 tahun lalu hadir untuk pertama kalinya di perairan Nusantara.

Kala itu pada 1954 KRI Dewaruci dinahkodai komandan pertamanya yang bernama Roosenow, seorang pensiunan militer Jerman Barat dan Teluk Sabang di Pulau Weh, Aceh, menjadi kota pertama di Tanah Air yang disambangi KRI Dewaruci saat itu.

Kini, sejarah kembali terulang karena KRI yang memiliki tiga tiang utama, 16 layar, dan memiliki panjang kapal 58,30 meter dan lebar 9,5 meter tersebut, kembali menyambangi perairan Aceh tepatnya di Pelabuhan CT-1 Kota Sabang.

Penjabat (Pj) Walikota SabangReza Fahlevi mengatakan momentum ini menjadi pengingat generasi muda bahwa Indonesia memiliki peran penting dalam perdagangan rempah di masa dahulu.

Salah satunya titik penting adalah Sabang yang berperan dalam perdagangan cengkeh dan rempah-rempah lain yang menjadi komoditas utama dan menambah khazanah perdagangan rempah pada masa itu.

Kota Sabang, lanjut Fahlevi, memiliki sejarah yang erat dengan Jalur Rempah, karena wilayah ini menjadi salah satu pelabuhan penting di Jalur Rempah yang menghubungkan Indonesia dengan Eropa dan Asia.

Sabang juga pernah menjadi pusat karantina haji, tempat persinggahan kapal-kapal dari berbagai negara untuk mengisi bahan bakar, persediaan air dan makanan, serta berdagang.

Jalur Rempah di Sabang tidak hanya bercerita tentang perdagangan, tetapi juga aktivitas pertukaran budaya dan peradaban karena melalui Jalur Rempah terdapat berbagai budaya dan tradisi dari bangsa-bangsa saling bertemu dan berakulturasi.

Selanjutnya dari sisi geografis, Kota Sabang sangat strategis karena sangat dekat dengan Puket dan Langkawi, serta berada di jalur perairan internasional sehingga hampir 100 ribu kapal melintas setiap tahun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.