Ini yang Dilakukan Pemkot Lhokseumawe untuk Atasi Stunting
Jumat, 14 Jun 2024, 00:07 WIBBanda Aceh - Pemerintah Kota Lhokseumawe, Aceh, melakukan penanganan dan pencegahan anak stunting di daerah itu melalui intervensi dari Rumah Gizi Gampongguna memberi masa depan anak yang lebih cerah, sehat, dan berprestasi.
Penjabat Wali Kota Lhokseumawe A Hanan, di Lhokseumawe, Kamis, mengatakan Rumah Gizi Gampong (RGG) tersebut merupakan bukti nyata komitmen dan langkah konkret pemerintah dalam menanggulangi stunting di tengah masyarakat.
"RGG diharapkan dapat menjadi pusat edukasi dan pelayanan gizi bagi ibu hamil, menyusui, dan anak balita, serta menjadi model bagi gampong-gampong lainnya," katanya saat meluncurkan RGG di Gampong (Desa)Hagu Barat Laut, Kota Lhokseumawe.
Ia menjelaskan stunting merupakan masalah yang sangat serius pada anak-anak sehingga membutuhkan perhatian bersama dalam penanggulangannya. Dampak stunting tidak hanya pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga pada perkembangan otak dan kecerdasannya.
Data Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe, kata dia, menunjukkan masih terdapat sebanyak 757 balita yang mengalami stunting di Lhokseumawe, meskipun prevalensi turun dari tahun ke tahun.
Menurut dia, pengalaman dari Survei Kesehatan Indonesia 2023 menunjukkan bahwa prevalensi stunting di Lhokseumawe telah mengalami penurunan yang signifikan, menjadi yang terendah kedua di Aceh.
"Ini merupakan hasil dari kerja keras dan komitmen semua pihak, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat," ujarnya.
Kendati demikian, lanjut Hanan, upaya pencegahan dan penanganan stunting harus tetap dilakukan secara berkelanjutan.
Untuk itu, berbagai program seperti program Bapak/Bunda Asuh Anak Stunting (BAAS), pembentukan Rumah Gizi Gampong, dan kegiatan pendampingan tim pendamping keluarga (TPK) menjadi fokus utama.
Hanan mengajak semua pihak untuk berdiskusi, berbagi informasi, dan merumuskan langkah-langkah strategis ke depan dalam menanggulangi stunting. Identifikasi masalah, penentuan prioritas, dan pengawasan yang berkelanjutan menjadi kunci penanggulangan stunting.
"Semua elemen masyarakat harus bersatu dalam memerangi stunting, memberikan anak-anak masa depan yang lebih cerah, sehat, dan berprestasi. Dengan tekad bersama diharapkan masalah stunting dapat diatasi dan terwujudnya generasi muda yang berkualitas," ujarnya.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Kolaborasi TNI AL dan Kemendukbangga/BKKBN Atasi Stunting di Kawasan Pesisir Muara Angke
-
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka Ingatkan Pemudik Jaga Kesehatan dan Keselamatan Saat Perjalanan
-
Polda Kepri Waspadai Peredaran Rokok Elektrik ‘Zombie’
-
Tercatat 11 Kali Gempa Dangkal Susulan Akibat Sesar Aktif di Poso
-
Mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas Beberkan Pembagian Kuota Haji, Ini Katanya
-
Akhirnya! IHSG Menguat, Pasar Modal RI Tersenyum Lebar
-
Perhatian! Ada Badai Geomagnetik 12-14 November, BMKG Ungkap Tak Berdampak Signifikan di RI
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.