Kaum Migran Terdeportasi Diberi Pelatihan

Rabu, 12 Jun 2024, 01:58 WIB

JAKARTA - Agar tidak menganggur setelah diusir dari Malaysia, para migran diberi pelatih selama berada di Rumah Perlindungan dan Trauma Center (RPTC) Bambu Apus, Jakarta Timur.

Mereka akan dilatih agar bisa usaha dan bekerja di Indonesia karena perjanjiannya selama lima tahun mereka ini di-black list. "Mereka tak boleh ke sana Malaysia," kata Menteri Sosial Tri Rismaharini saat audiensi dengan para pekerja migran di RPTC Bambu Apus, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Selasa.

Ket. Foto: Menteri Sosial Tri Rismaharini saat melakukan audiensi dengan pekerja migran di Rumah Perlindungan dan Trauma Center (RPTC) Bambu Apus, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (11/6). — Sumber: ANTARA/Syaiful Hakim

Para migran bermasalah itu dipulangkan sebagai hasil program repatriasi atau pemulangan pekerja migran ilegal yang dilakukan Kementerian Luar Negeri. Mereka umumnya adalah pekerja migran ilegal, visanya habis dan korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Jumlah pekerja migran yang dipulangkan dari Malaysia sebanyak 216 orang. Namun yang dibawa ke RPTC Bambu Apus ini ada 109 orang. Mereka dari Jawa Timur, Jawa Barat, Sumatera Selatan dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Mereka akan kita ajari berbagai pelatihan dan keterampilan supaya nantinya bisa bekerja atau buka usaha. Karena mereka ini kan masuk black list Pemerintah Malaysia, selama lima tahun tidak boleh masuk ke sana," ujarnya. Risma berharap dengan pelatihan mereka bisa mencari nafkah di tanah air dan tidak perlu kembali lagi ke Malaysia. Apalagi masuk secara ilegal.

Hal itu lantaran banyak pekerja migran ilegal yang pernah mendapat pelatihan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) mereka tak ingin kembali lagi ke Malaysia. Nantinya mereka kita bantu untuk buka usaha dengan memberikan alat kerja, bukan uang. Sebab uang konotasinya itu modal. Misalnya dia mau buka usaha katering, ya kita bantu dengan peralatan masak dan bahan-bahannya

Mensos tidak memberikan batas waktu kepada para pekerja migran untuk berada di rumah perlindungan. "Selama mereka belum siap keluar, boleh tetap di sini," jelasnya. Di sini mereka diberikan pelatihan. Macam-macam jenisnya tergantung keinginan mereka, kalau mekanik disiapkan alat perbengkelan, kalau pertanian disiapkan alat pertanian.

Direktur Rehabilitasi Sosial Korban Bencana dan Kedaruratan Kemensos Rachmat K mengatakan, repatriasi atau pemulangan warga negara Indonesia ini dilakukan oleh Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) melalui KBRI Kuala Lumpur. "Ini memang diserahkan untuk ditindaklanjuti dengan pelatihan, pemulangan ke tempat tinggalnya dan pemberdayaannya," kata dia.

Saat ini, kata Rachmat, seratusan pekerja migran itu akan menjalani asesmen awal oleh petugas karena baru Senin malam (10/6) sampai di RPTC Bambu Apus. "Asesmen itu untuk mengetahui informasi terkait kebutuhan mereka, kewirausahaan seperti apa yang diinginkannya," kata dia.

Sementara itu, pekerja migran dari Banyuwangi, Jawa Timur, Keisya mengatakan bahwa dirinya ditangkap oleh pihak Imigrasi Malaysia karena visanya sudah habis. "Awalnya saya berangkat ke Malaysia secara resmi atau legal. Namun, karena majikannya memperlakukan saya dengan tidak baik, maka saya kabur. Selama hampir 4,5 tahun kerja sendiri dan visa saya telah habis," tuturnya.

Dia berharap selama ditampung di RPTC Bambu Apus mendapatkan pelatihan dan permodalan dari Kemensos. Inginnya pulang, tapi kalau diberikan pelatihan dan permodalan dia mau usaha. "Saya ingin buka salon karena sudah pernah ikut kursus salon," ujar Keisya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Antara

Berita Terbaru

PDIP Jatim Bidik Kursi Gubernur pada Pemilu 2029

"Silent Hill: Townfall" Eksklusif Konsol PS5 Minimal Enam Bulan

Resmi Digarap Disney! National Treasure 3 Masuk Pengembangan, Nicolas Cage Siap Kembali?

Fitur Baru ChatGPT di iOS: Bisa Akses Foto Terbaru Tanpa Buka Galeri

Gempa M 5,9 Guncang Jepang Dekat Tokyo: 37 Orang Terluka, Kereta Sempat Lumpuh!

Perang Dagang AS-Kanada Memanas: Mark Carney Siapkan Bea Masuk Produk Washington

Xabi Alonso Yakin Cole Palmer Tampil Menawan Bersama Chelsea Jelang Laga Lawan Fulham

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.