- Home
-
- Megapolitan
-
- Pramono Bangun Kembali SDN...
Pramono Bangun Kembali SDN Kebayoran Lama Selatan 09 yang Roboh, Anggarkan Rp48,1 Miliar
Jumat, 24 Jul 2026, 18:04 WIBJakarta â Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meninjau langsung kondisi SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi, Jakarta Selatan, yang bangunannya roboh sejak akhir 2024. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan sekolah tersebut akan segera dibangun kembali bersama tiga sekolah lain yang mengalami kerusakan berat.
"Bangunan ini sebenarnya terakhir direnovasi pada 2011. Kalau melihat kerangkanya, terlihat ada bagian yang masih utuh, tetapi ada juga yang sudah berkarat sehingga menyebabkan kerusakan," kata Pramono usai meninjau sekolah tersebut, Jumat (24/7).
Pramono mengatakan keputusan pembangunan kembali diambil setelah rapat bersama jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada Kamis (23/7). Menurut dia, empat sekolah diprioritaskan karena kondisinya dinilai sangat memprihatinkan.
Keempat sekolah yang akan dibangun kembali yakni SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi dengan anggaran Rp48,1 miliar, SMA Negeri 102 Jakarta sebesar Rp67,5 miliar, SD Negeri Cempaka Putih Barat 03 sebesar Rp48,4 miliar, serta SD Negeri Papanggo 01 dan TKN Papanggo 01 dengan anggaran Rp74,1 miliar.
"Sehingga total anggaran kurang lebih Rp249 miliar. Empat sekolah ini yang akan mulai kita bangun," ujar Pramono.
Selama proses pembangunan berlangsung, kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi tetap dilaksanakan di SDN Kebayoran Lama Selatan 11.
Sebelumnya, Kepala SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi Kenhayati Dwi Rahmini memastikan proses belajar bagi 270 siswa tetap berjalan lancar meski bangunan sekolah mengalami kerusakan.
Saat ini, seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 menggunakan gedung SDN Kebayoran Lama Selatan 11 dengan sistem pembelajaran bergiliran (shift).
"Kami bekerja sama dengan SDN Kebayoran Lama Selatan 11. Semua siswa terfasilitasi dengan baik, pembelajaran berlangsung dari pukul 13.00 WIB hingga 17.00 WIB," kata Kenhayati dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (23/7).
Ia menjelaskan penyesuaian jadwal belajar telah dirancang agar seluruh jam pelajaran tetap terpenuhi sesuai standar. Sementara itu, kegiatan ekstrakurikuler dilaksanakan lebih awal pada pagi hari.
Kerusakan bangunan sekolah terjadi pada akhir 2024, bertepatan dengan libur Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Informasi awal diterima dari penjaga sekolah, sehingga pihak sekolah segera memindahkan kegiatan belajar mengajar untuk memastikan tidak ada siswa yang terdampak.
Terkait penyebab pasti kerusakan bangunan maupun rencana teknis perbaikan dan penggabungan sekolah (regrouping), Kenhayati mengatakan hal tersebut menjadi kewenangan Dinas Pendidikan DKI Jakarta.
"Kalau penyebabnya ada tim sendiri yang menganalisis secara teknis. Pihak sekolah hanya fokus kepada proses pembelajaran siswa agar tidak terhambat dan prestasinya tetap meningkat," ujarnya.
- Atap Sekolah Roboh
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
BSKDN Dorong ASN Tetap Produktif usai Purnatugas
-
Habis-habisan di Asia Sampai Menangis, Christiansen/Boje Pilih Lokasi Eksotis Ini Buat Liburan
-
“Ini Biang Keroknya” Dedi Mulyadi Ungkap Penyebab Utama Keluhan Massal SPMB 2026 Jabar.
-
Gubernur Bengkulu Helmi Hasan Minta Gaji Ke-13 ASN dan PPPK Segera Dibayarkan
-
Purbaya Nilai Pelemahan Rupiah dan IHSG Tak Sesuai dengan Fundamental Ekonomi RI
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.