Badan Geologi: Gunung Lewotobi Laki-laki Masuk Fase Efusif

Senin, 10 Jun 2024, 13:13 WIB

KUPANG - Ketua Tim Gunung Api Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi, Heruningtyas Desi Purnamasari mengatakan Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai memasuki fase efusif, karena terpantau adanya pijaran api dari gunung tersebut.

"Pijaran api dapat diindikasikan memasuki fase efusif berupa aliran lava atau pembentukan kubah lava," kata Heruningtyas ketika dihubungi dari Kupang, Senin (10/6).

Gunung Lewotobi Laki-laki terpantau mengalami erupsi strombolian pada Minggu (9/6) dan terlihat adanya sinar api yang memancar saat erupsi.

Menurut Heruningtyas, ada indikasi pembentukan kubah lava berupa tumpukan material hasil erupsi di kawasan puncak. Kubah lava itu jugaberada di area kawah puncak.

"Untuk lontaran material pijar sampai saat ini masih jatuh di sekitar puncak," ucapnya.

Badan Geologi pada hari ini menaikkan tingkat aktivitas Gunung Api Lewotobi Laki-laki dari Level II Waspada menjadi Level III Siaga mulai pukul 09.00 WITA.

Kenaikan tingkat aktivitas itu merujuk pada evaluasi atas pengamatan secara visual periode 26 Mei-9 Juni 2024 yang menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki yang ditandai oleh erupsi hampir setiap hari dengan tinggi kolom erupsi rata-rata 100-900 meter dari puncak gunung.

Heruningtyas mengatakan beberapa desa jugaterdampak debu vulkanik, yakni pada sisi barat daya, barat, barat laut, dan utara dari gunung tersebut.

"Desa yang terdampak, yakni Desa Boru, Nawokote, Hokeng Jaya, Klatanlo, Pululera, dan Dulipali," sebut dia.

Dengan kenaikan tingkat aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki ini, masyarakat, pengunjung atau wisatawan direkomendasikan untuk tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 3 km dari pusat erupsi, serta sektoral 4 km pada arah Utara-Timur laut dan 5 km pada sektor Timur Laut.

Badan Geologi juga mengimbau masyarakat terdampak hujan abu agar menggunakan masker atau penutup hidung-mulut untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernapasan.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Bahaya Judol Mengintai Anak Sekolah, OJK Tasikmalaya Langsung Turun Tangan!

Menangi Laga Debut di Kejuaraan Dunia BWF 2026, Bimo/Arlya Selamat dari 4 "Match Point"

Ancaman Karhutla Makin Mencekam! Pemprov Kalsel Guyur Hutan Lindung Siang Malam!

Bukan Cuma Sekadar Naikkan Bendera! Wagub Sumut Ungkap Masa Depan 74 Anggota Paskibraka!

Proyek IKN Makin Ngebut! Alokasi Rp5,3 Triliun Diguyur di RAPBN 2027, Ini Target Selesainya!

Indonesia Siaga! 3 Gunung Api Aktif Mendadak Meletus Beruntun dalam Semalam!

Kegiatan Kaum Muda dalam Medsos Mesti Berlanjut ke Lapangan

Pembangunan Tangerang Mulai Sesuaikan dengan Jalur MRT

Gunung Semeru Erupsi Disertai Awan Panas Guguran Selasa Malam, Status Level III Siaga

Desentralisasi Hanya Berjalan Secara Administratif Tapi Lemah Secara Fiskal

Hati-hati, Pemerintah Jangan Terjebak Beban Cicilan Utang yang Beratkan APBN

Nyaris Tersingkir! Bimo/Arlya Selamatkan 4 Match Point Sebelum Buat Keajaiban di BWF World Championships 2026!

Pembangunan Jakarta Harus Perkuat Identitas

Timnas Putri U16 Lolos Semifinal Srikandi Merdeka Cup 2026 Usai Tekuk Hongkong 1-0

Flores Diguncang 2.403 Gempa Susulan, BMKG Ingatkan Warga Waspada

Xi: Warisan Jiang Zemin jadi Arah Perjalanan Baru Tiongkok yang Berkesinambungan

Flores Belum Aman! Ribuan Gempa Susulan Masih Beruntun Guncang NTT Usai Gempa M 7,7!

Ambisi Semikonduktor Nasional Terhalang Ekosistem Industri

DPR Dorong Relokasi Anggaran untuk Tangani Dampak Gempa NTT

Trump Ancam Bombardir Oman jika Ganggu Kesepakatan AS-Iran

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.