Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Paus Serukan Dorongan untuk Atasi Krisis Utang Negara-negara Miskin

📅 Jumat, 07 Jun 2024, 00:00 WIB | Oleh:
Paus Serukan Dorongan untuk Atasi Krisis Utang Negara-negara Miskin Doc: ISTIMEWA
Ket. Paus Fransiskus, Pemimpin Gereja Katolik Seluruh Dunia.

VATIKAN - Pemimpin Gereja Katolik Seluruh Dunia, Paus Fransiskus, pada Rabu (5/6), mengatakan dunia harus berbuat lebih banyak untuk mengurangi beban utang yang dihadapi negara-negara berpenghasilan rendah agar mereka tidak memasuki siklus kemiskinan dan keputusasaan.

Dikutip dari The Straits Times, tingkat utang global mencapai rekor tertinggi sebesar 313 triliun dollar AS pada tahun 2023, dengan negara-negara berkembang mencapai puncak baru dalam rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB), sesuai sebuah studi yang dirilis pada awal tahun 2024.

Saat berpidato di Konferensi Vatikan mengenai darurat utang di wilayah selatan, Paus Fransiskus mengatakan masalah ini menyebabkan "kesengsaraan dan kesusahan" bagi jutaan orang di seluruh dunia.

"Untuk mencoba memutus siklus pembiayaan utang, perlu diciptakan mekanisme multinasional yang mempertimbangkan sifat global dari masalah ini dan implikasinya terhadap ekonomi, keuangan dan sosial," tambah Paus Fransiskus.

Pada tahun 2020, 20 negara dengan perekonomian terbesar di dunia menyepakati "Kerangka Umum" untuk memperlancar proses restrukturisasi utang dan membantu negara-negara miskin bangkit kembali, namun kemajuannya berjalan lambat.

Gagal Bayar

Zambia membutuhkan waktu hampir empat tahun untuk keluar dari kondisi gagal bayar (default), sehingga meninggalkan beberapa pelajaran sulit bagi negara-negara kaya mengenai kinerja rencana keringanan utang mereka yang sangat dibanggakan. Saat ini tidak ada hukum internasional yang mengatur kebangkrutan internasional.

"Tidak adanya mekanisme seperti itu mendukung mentalitas 'setiap orang untuk dirinya sendiri', di mana yang paling lemah selalu kalah," kata Paus, yang berasal dari Argentina, negara yang telah mengalami gagal bayar utang sebanyak tiga kali pada abad ini.

"Tidak ada pemerintah yang secara moral dapat meminta rakyatnya menderita kerugian yang tidak sesuai dengan martabat manusia," tambahnya.

Gereja Katolik Roma akan mengadakan Tahun Suci atau Jubilee pada tahun 2025, salah satu waktu terpenting dalam kalender Gereja, dan Paus telah meminta negara-negara kaya untuk menandai tahun tersebut dengan menawarkan keringanan utang bagi negara-negara miskin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.