UNDP Akan Luncurkan Alat Pengolahan Air untuk Sungai Citarum
Rabu, 22 Mei 2024, 00:07 WIBBadung - Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) memainkan peran penting dalam mempromosikan solusi air berkelanjutan di World Water Forum ke-10 di Bali dengan meluncurkan alat untuk pengolahan air di Sungai Citarum, Jawa Barat.
"Kami telah menguji coba alat penilaian mandiri dengan perusahaan-perusahaan di sepanjang Citarum, termasuk perusahaan tekstil, di mana kami menerima umpan balik yang positif," kata Kepala Perwakilan Tetap UNDP Indonesia, Norimasa Shimomura, di Bali, Selasa.
Norimasa menjelaskan, di Indonesiaupaya UNDP mencerminkan pendekatan terpadu dalam mengatasi tantangan akses terhadap air berkualitas.
Melalui kemitraan dengan Uni Eropa dan Pemerintah Indonesia, UNDP mempromosikan Prinsip-Prinsip Panduan PBB tentang Bisnis dan Hak Asasi Manusia, terutama dengan fokus pada pengelolaan air yang bertanggung jawab dalam industri yang beroperasi di sepanjang Sungai Citarum yang merupakan sungai terpanjang dan terbesar di Jawa Barat, Indonesia.
"Kami berharap alat ini akan diadopsi oleh lebih banyak bisnis untuk menstandarisasi dan memperkuat upaya mereka dalam mencegah dan mengurangi risiko pencemaran air, di Indonesia dan di luar negeri," ucapnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa komitmen UNDP terhadap keamanan air juga mencakup 170 negara lainnya. UNDP berupaya untuk mendorong kemajuan menuju akses yang adil terhadap air bersih dan pengelolaan air yang berkelanjutan untuk semua dengan melibatkan digitalisasi, inovasi, dan berbagai mekanisme pembiayaan.
Portofolio air global UNDP yang luas juga mencerminkan dedikasinya dalam bekerja berdampingan dengan pemerintah dan mitra untuk mengatasi tantangan air di berbagai sektor, termasuk perubahan iklim, energi, dan pertumbuhan inklusif.
Agensi tersebut bekerja secara kolaboratif dengan pemerintah, komunitas, dan mitra untuk menerapkan solusi berbasis data dan mendorong tata kelola inklusif untuk kesejahteraan bersama.
Penasehat Teknis Senior Global Air UNDP, Mary M. Matthews menekankan bahwa air adalah kunci untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Air mencakup keseluruhan aspek masyarakat dan tidak ada manusia yang pernah hidup tanpanya.
"Kita harus mengakui air sebagai sumber daya alam yang vital dan bekerja sama untuk secara menyeluruh mengatasi isu-isu air di semua sektor. UNDP berkomitmen untuk berbagi praktik terbaik dan saling belajar untuk keamanan dan kesejahteraan air, dan saya yakin Indonesia memiliki banyak pelajaran berharga untuk dibagikan," katanya
World Water Forum ke-10 menyediakan platform unik bagi UNDP untuk berbagi keahliannya, mendorong kolaborasi, dan mengadvokasi air sebagai pilar fundamental kesejahteraan bersama. Sebagai integrator global untuk tata kelola air, UNDP berdedikasi untuk membangun masa depan yang aman air bagi semua.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
ExxonMobil Lubricants Indonesia Dukung Keberlanjutan Tambang di Mining Expo 2025
-
Korea Open 2025: Perang Saudara dan Adu Ganda, Indonesia Tancap Gas
-
Wamenbud Ungkap Reformasi LMKN Dikawal Kemenkum dan DPR
-
Waspada! Kasus Chikungunya 2025 Melonjak, Jawa Barat Tertinggi
-
Dinkes Sulbar Perkuat Pengawasan MBG di SPPG
-
Gerakan Sedekah Sampah Indonesia: Masjid Penggerak Ekonomi Sirkular untuk Masyarakat Sehat dan Lestari
-
Suku Bajo Hadapi Tantangan Distribusi Air Bersih yang Belum Merata
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.