Tak Perlu Internet, iPhone 15 Bisa Kirim WA Pakai Satelit Starlink
Selasa, 21 Mei 2024, 12:14 WIBJAKARTA - Jika Anda tidak dapat melakukan panggilan, mengakses data, atau bahkan mengirim pesan teks dengan iPhone, ini yang dilakukan Apple dan Starlink.
Meskipun jangkauan seluler telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir, masih banyak tempat yang tidak bisa mendapatkan sinyal. Apple meluncurkan fitur-fitur untuk membantu penggunanya tetap aman ketika berada di luar jangkauan.
Ponsel cerdas iPhone 15 yang meluncur pada 12 September lalu menghadirkan fitur 'Emergency SOS' yang memungkinkan pengguna bisa berkomunikasi tanpa ada jaringan internet.
Menurut laporan CNBC, kemampuan itu disokong oleh satelit dan diperuntukkan untuk kondisi darurat seperti bencana alam. Apple dilaporkan berkolaborasi dengan Globalstar sebagai mitra satelitnya.
Kolaborasi ini juga berafiliasi dengan SpaceX, perusahaan roket dan satelit milik miliarder Elon Musk, CNBC mengutip Mashable.
Globalstar akan memberikan kompensasi ke SpaceX senilai 64 juta dollar AS atau sekitar Rp976 miliar. Biaya itu untuk meluncurkan satelit baru yang dirancang bisa memperkuat jaringan dan fungsionalitas komunikasi bagi pengguna iPhone.
Pembayaran ini akan dilakukan dengan metode cicilan dalam beberapa tahap hingga 2025 mendatang.
Saat peluncuran iPhone 14 sebelumnya, Apple mengatakan 'Emergency SOS' melalui satelit akan digratiskan selama 2 tahun pertama. Selanjutnya, penggunaan jaringan satelit akan dikenakan biaya penggunaan.
Namun, belum dirinci berapa fee yang akan dipatok Apple. Satelit baru yang akan diluncurkan oleh SpaceX merupakan bentuk investasi jangka panjang Apple untuk fitur ini.
Globalstar telah berkomitmen untuk menyediakan 85% dari kapasitas jaringannya secara eksklusif untuk iPhone. Globalstar sepenuhnya akan menyediakan software, sistem satelit, SDM, serta perawatan yang memadai untuk menjaga kualitas dan cakupan satelit.
Emergency SOS melalui satelit menggabungkan komponen khusus yang sangat terintegrasi dengan perangkat lunak untuk memungkinkan antena terhubung langsung ke satelit, memungkinkan pengiriman pesan dengan layanan darurat saat berada di luar jangkauan seluler atau Wi-Fi.
Satelit memindahkan target dengan bandwidth rendah, dan dapat memakan waktu beberapa menit agar pesan dapat tersampaikan. Karena setiap detik sangat berarti, dengan Emergency SOS melalui satelit, iPhone memuat beberapa pertanyaan penting untuk menilai situasi pengguna dan menunjukkan kepada mereka ke mana harus mengarahkan ponsel mereka untuk terhubung ke satelit. Pesan-pesan tersebut kemudian diteruskan ke pusat-pusat yang dikelola oleh spesialis terlatih Apple yang dapat meminta bantuan atas nama pengguna.
Emergency SOS saat ini baru tersedia di beberapa negara: Amerika Serikat, Kanada, Perancis, Jerman, irlandia, Inggris, Austria, Belgia, Italia, Luxembourg, Belanda, Australia, Selandia Baru, dan Portugal.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Lili Lestari
Berita Terkait:
-
IQAir Mencatat Kualitas Udara Jakarta Tak Sehat pada Rabu Ini
-
Awak Artemis II dalam Perjalanan Pulang
-
G7 Ancam akan Jatuhkan Lebih Banyak Sanksi pada Iran
-
Trafik Telekomunikasi Diprediksi Naik Sampai 40 Persen Selama Lebaran
-
Kibarkan Merah Putih di Lebanon, Jejak Patriotik Laksdya TNI Hersan
-
MediaTek Gandeng Starlink Hadirkan Layanan Satelit Darurat pada Perangkat Seluler
-
Megawati Soekarnoputri Resmi Terima Gelar Doktor Kehormatan di Riyadh
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.