- Home
-
- Luar Negeri
-
- Dampak AI, 2.800 Karyawan ...
Dampak AI, 2.800 Karyawan Telstra Australia Terancam PHK
Selasa, 21 Mei 2024, 09:15 WIBSYDNEY - Perusahaan telekomunikasi terkemuka Australia, Telstra, Selasa (21/5), mengatakan pihaknya akan memangkas hingga 2.800 lapangan kerja, mengurangi sembilan persen tenaga kerjanya karena perusahaan itu mengimbangi "kemajuan pesat dalam teknologi".
Kepala eksekutif Vicki Brady mengatakan pemutusan hubungan kerja akan menghemat sekitar 230 juta dollar AS bagi perusahaan, sehingga mampu menghadapi "tekanan inflasi dan biaya yang berkelanjutan".
Perusahaan-perusahaan telekomunikasi di seluruh dunia sedang menghadapi perubahan industri yang seismik, bergulat dengan bangkitnya kecerdasan buatan karena layanan tradisional seperti telepon rumah sudah ketinggalan zaman.
"Industri kami dan dunia tempat kami beroperasi sedang berubah dengan cepat," kata Brady kepada wartawan.
"Kami memiliki pesaing baru dan berbeda. Kami memiliki kemajuan teknologi yang pesat. Kebutuhan pelanggan kami terus berkembang."
Awal tahun ini Telstra, yang mempekerjakan sekitar 30.000 staf, mengumumkan rencana untuk meningkatkan penggunaan alat AI dalam layanan pelanggan.
Telstra diperdagangkan di bursa saham Australia dan memiliki kapitalisasi pasar sebesar 41 miliar dolar Australia, setara 27 miliar dollar AS.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Di Tengah Tekanan Global, Kemenpar Siapkan Strategi Jaga Target Pariwisata 2026
-
Reformasi Investasi Danantara Dinilai Bisa Tekan Gelombang PHK
-
Prosesor AMD Ryzen AI 400 Series Siap Tenagai Laptop AI Generasi Baru
-
Tim SAR gabungan lakukan pencarian korban minibus masuk ke jurang
-
Anker Perkenalkan Chip AI THUS™ dan Deretan Inovasi Baru di Anker Day 2026
-
Jelang Perempat Final Liga Champions, Duo Pilar Real Madrid Militão dan Bellingham Resmi Kembali
-
MPR RI Dukung Rumah Layak dan Keluarga Produktif Melalui BSPS
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.