Pemkot Bogor Targetkan Penurunan Stunting Hingga 14 Persen
Senin, 20 Mei 2024, 16:52 WIBKOTA BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, Jawa Barat menargetkan penurunan angka stunting di daerah itu hingga mencapai 14 persen pada tahun ini.
Penjabat (Pj) Wali Kota Bogor Hery Antasari di Kota Bogor, Senin, menyebutkan pada Agustus 2023angka kasus stunting di Kota Bogor menunjukkan tren penurunan dari 2.300 kasus menjadi 1.400 kasus. Turunnya angka tersebut, disebut Hery merupakan upaya yang luar biasa hasil kolaborasi dan kontribusi semua elemen di Kota Bogor.
"Saya optimistis angka tersebut akan terus turun secara signifikan seiring dengan menurunnya prevalensi stunting di Kota Bogor yang ditargetkan mencapai 14 persen di tahun ini," ujarnya.
Ia menegaskan, dalam menurunkan angka stuntingperlu upaya baik skala nasional maupun daerah. Pertumbuhan dan perkembangan anak yang terhambat ini disebabkan beberapa faktor, seperti pola asuh, kurangnya asupan makanan bergizi dan kurangnya pemberian ASI eksklusif.
Apalagi, lanjut Hery, stunting perlu segera ditangani karena dapat menghambat perkembangan fisik, mental dan kognitif anak.
"Kita tahu stunting menjadi salah satu permasalahan kesehatan anak yang banyak terjadi di dunia, tak terkecuali di Indonesia dan khususnya di Kota Bogor," ujarnya.
Sebagai contoh upaya menurunkan angka stunting di Kota Bogor, Kecamatan Bogor Barat menggelar Pembagian Ayam dan Telur Teman Penting di Kelurahan Curug pada Sabtu (18/5/2024).
Hery pun sangat berterima kasih atas upaya ini, dan mengapresiasi partisipasi Federasi Masyarakat Perunggasan Indonesia (FMPI) yang telah melaksanakan kegiatan secara berkesinambungan melalui kegiatan Festival Ayam dan Telur (FAT).
"FMPI secara rutin akan memberikan telur kepada 52 anak-anak balita yang terkena stunting di Kelurahan Curug Kecamatan Bogor Barat dengan jumlah dua butir telur setiap harinya selama tigabulan," jelasnya.
Pemberian telur ini, kata dia, nantinya akan dilakukan kader-kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) Kelurahan Curug setiap minggu. Termasuk memantau perkembangannya setiap hari, dan melaporkan hasil pendampingannya setiap awal bulan.
Tak hanya telur, setiap Rabu anak-anak stunting ini juga akan diberikan tempe bekerja sama dengan perusahaan Rumah Tempe AZAKI (RTA).
"Saya berharap program pemberian protein berupa telur dan tempat yang sudah berjalan secara kontinu ini dapat ditularkan di wilayah-wilayah lain di Kota Bogor, dengan harapan mempercepat mengurangi kasus stunting di Kota Bogor," kata Hery.
- Stunting
- kota bogor
- Pemkot Bogor
- Tekan Angka Stunting
- Cegah Stunting
- Penanganan Stunting
- Percepatan Penurunan Stunting
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
BNPB Nyatakan Kebakaran di Gunung Picung Cianjur Sudah Terkendali
-
Pemerintah Kota Bogor Terus Pantau Kualitas Udara Dampak Abu Vulkanik
-
Festival Sepak Bola Rakyat Rampung, GGN & Coca-Cola Sasar 5 Kota
-
TNI AL Musnahkan Barang Bukti 1,3 Ton Ketamin yang Bisa Rusak 13 Juta Jiwa
-
Amerika Serikat Dilaporkan Uji Coba Perdana Sistem Pertahanan Rudal Kubah Emas, Telan Biaya Rp3,1 Kuadriliun
-
Kalahkan Manchester City 3-0, Arteta Sangat Bahagia Arsenal Juara Community Shield
-
Bupati Aceh Barat Larang Tenaga Medis Live TikTok Saat Jam Pelayanan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.