ISPA Mengintai, RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin Bersiap Hadapi Lonjakan Pasien

Kamis, 10 Sep 2026, 01:23 WIB

BANJARMASIN - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Suriansyah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan menyiagakan fasilitas darurat untuk pelayanan pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) diakibatkan kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Direktur RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin dr Fajar Sukma Nan Agung di Banjarmasin, Rabu, menyampaikan dengan mulai melonjaknya kasus ISPA di kota ini, RS itu telah menyiagakan fasilitas khusus pelayanan darurat untuk menangani pasien dengan keluhan pernapasan, utamanya ISPA.

Ket. Foto: Petugas keamanan di RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin, Kalsel saat ikut membagikan masker bagi pengunjung di tengah mulai terasa kabut asap akibat karhutla menyelimuti kota setempat, beberapa waktu lalu. — Sumber: Antara foto/HO-RSUD Sultan Suriansyah

"Kita fokuskan pada layanan Unit Gawat Darurat (UGD) dan ruang perawatan yang menjadi bagian dari layanan rujukan," ujarnya.

RSUD milik Pemkot Banjarmasin ini merupakan fasilitas kesehatan rujukan sehingga pasien dari puskesmas akan dirujuk ke RS apabila kondisi penyakit membutuhkan penanganan lebih lanjut.

“Pada prinsipnya, RSUD Sultan Suriansyah merupakan sarana rujukan, sehingga pemeriksaan pertama tetap dilakukan di puskesmas. Apabila penyakit berlanjut, baru dirujuk ke kami. Kecuali memang keadaan yang gawat darurat, Misalkan terjadi peningkatan kabut asap dan pasien merasa sesak seperti kondisi status asthmaticus atau asma kumat akibat asap itu bisa langsung datang ke RS,” ucapnya.

Ia mengakui hingga saat ini belum terjadi lonjakan signifikan pasien yang dirujuk ke RSUD Sultan Suriansyah terkait dengan penyakit ISPA ini, karena kebanyakan dapat ditangani di puskesmas, dan mungkin di rumah sakit lainnya di kota ini.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin Yanuar Diansyah menyampaikan daerah itu meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit ISPA akibat kabut asap karhutla yang makin terasa menyelimuti kota ini.

Dari data sementara kasus ISPA di Kota Banjarmasin hingga Agustus 2026 telan mencapai 38.407 kasus, dengan tertinggi dari kelompok orang dewasa, kemudian balita, lansia dan remaja.

Saat ini Pemkot Banjarmasin juga merilis data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di angka 298 yang masuk dalam kategori sangat tidak sehat dan mendekati level berbahaya. Sekolah ditetapkan melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan selama kondisi kabut asap berlangsung, utamanya menjaga kesehatan dan menggunakan masker jika beraktivitas di luar rumah.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.