Zverev Hadapi Tabilo di Semifinal

Jumat, 17 Mei 2024, 07:16 WIB

ROMA - Alexander Zverev mencapai semifinal Masters ke-18 saat terus melaju di Italia Open, Kamis (16/5). Petenis peringkat lima dunia asal Jerman itu mengalahkan Taylor Fritz 6-4, 6-3. Dia bersiap melakoni laga empat besar melawan Alejandro Tabilo, pemain asal Chile yang mengalahkan Novak Djokovic di awal turnamen.

Momen yang menjadi perhatian Zverev terjadi ketika terjatuh di lapangan tanah liat. Juara Italia Open 2017 itu mengalami cedera pergelangan tangan dan jari kiri. Dia memerlukan perawatan dari fisioterapis sebelum melanjutkan pertandingan.

Ket. Foto: Alexander Zverev dari Jerman mengembalikan bola ke petenis AS Taylor Fritz saat turnamen tenis ATP Rome Open di Foro Italico di Roma, Kamis (16/5). Zverev mengalahkan Taylor Fritz 6-4, 6-3. — Sumber: Tiziana FABI / AFP

Zverev, 27, cedera pergelangan kaki serius di Prancis Open 2022. Dia terjatuh di lapangan tanah liat Roland Garros saat semifinal melawan Rafael Nadal dan melewatkan sisa musim. Namun kali ini dia mampu mengalahkan Fritz dalam waktu 90 menit. Dia mencatatkan 20 service winners dengan enam ace dan tidak menghadapi satu pun break point.

"Taylor telah menjadi salah satu pemain terbaik di lapangan tanah liat tahun ini. Mendapatkan kemenangan seperti itu luar biasa bagi saya, terutama setelah terjatuh," ujar Zverev. Dia masih merasakan sedikit rasa sakit. Jadi, setelah adrenalin tenang, dia akan memeriksanya. Tapi dia pasti senang dengan kemenangan ini.

Zverev adalah pemain dengan peringkat tertinggi yang tersisa di ajang tersebut setelah tersingkirnya Daniil Medvedev. Selain tersingkirnya Djokovic, petenis peringkat dua dunia asal Italia Jannik Sinner dan peringkat ketiga Carlos Alcaraz absen karena cedera sebelum turnamen.

Holger Rune, yang kalah di final tahun lalu dari Medvedev, juara Madrid Open Andrey Rublev , peringkat keenam dunia, dan finalis yang kalah tahun lalu, Felix Auger-Aliassime juga tersingkir. Tabilo dari Chile akan memainkan semifinal Masters 1000 pertamanya di usia 26 tahun. Dia mengalahkan pemain nonunggulan Zhang Zhizhen dari Tiongkok 6-3, 6-4 dalam waktu satu jam 26 menit.

"Saya tidak dapat mempercayainya saat ini, masih mencoba untuk menyerap. Benar-benar dua pekan yang tak terlupakan bagi saya," ujar Tabilo. Dia unggulan ke-29 yang menyingkirkan peringkat teratas Djokovic.

Ini jelas merupakan permainan tenis terbaik dalam hidupnya. Dia mencoba untuk tetap bersikap tenang karena di dalam hatinya sangat gugup. Tabilo menghadapi lebih sedikit masalah dibandingkan saat bertarung melawan Karen Khachanov di babak sebelumnya.

Dia tidak menghadapi satu pun break point dalam perjalanannya menuju pertandingan terbesar dalam karirnya di turnamen besar terakhir sebelum Prancis Open. Di bagian putri, unggulan kedua Aryna Sabalenka hanya membutuhkan waktu satu jam 13 menit untuk mengalahkan Jelena Ostapenko 6-2, 6-4 dalam perjalanannya ke semifinal.

Hasil itu meningkatkan rekornya menghadapi lawannya asal Latvia menjadi tiga kemenangan dan tanpa kekalahan. Sabalenka selanjutnya akan menghadapi pemenang Miami Open Danielle Collins yang mengalahkan Victoria Azarenka 6-4, 6-3.

"Dengan atmosfer yang luar biasa ini dan dengan dukungan hebat. Itulah mengapa saya sangat termotivasi di sini dan turnamen impian untuk dimenangkan," ujar Sabalenka. Petenis berusia 26 tahun itu berpeluang mendapatkan pertandingan ulang di final Madrid Open.

Dia dikalahkan secara dramatis oleh petenis peringkat satu dunia Iga Swiatek awal bulan ini. Sabalenka, yang memenangi dua Australia Open terakhir, berada di kelas yang berbeda dengan Ostapenko, mantan juara Prancis Open, yang tidak bisa berbuat apa-apa saat menghadapi pukulan keras. ben/AFP/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.