Serangan Udara Junta Sasar Klinik di Rakhine

Kamis, 16 Mei 2024, 14:51 WIB

BANGKOK - Serangan udara militer Myanmar terhadap sebuah klinik medis melukai sekitar 20 orang di Negara Bagian Rakhine barat, menurut kelompok etnis bersenjata, warga dan media lokal pada Rabu (15/5).

Bentrokan telah mengguncang Rakhine sejak Tentara Arakan (AA) menyerang pasukan keamanan pada November, mengakhiri gencatan senjata yang sebagian besar telah dilakukan sejak kudeta junta militer pada 2021.

Ket. Foto: Serang Klinik | Klinik di Desa Wea Gyi Htaunt dekat Kota Kyauktaw di Negara Bagian Rakhine barat, Myanmar, mengalami kerusakan parah setelah junta melakukan serangan udara pada Rabu (15/5). Akibat serangan udara ini dilaporkan 20 orang mengalami luka. — Sumber: Arakan Army Info Desk

Pejuang AA telah merebut sejumlah wilayah, termasuk di sepanjang perbatasan dengan India dan Bangladesh, sehingga menambah tekanan terhadap junta saat junta memerangi lawan-lawannya di wilayah lain di negara Asia tenggara tersebut.

"Saya mendengar suara jet tempur yang terbang sangat keras tadi malam. Kemudian saya mendengar ledakan sekitar tengah malam," kata seorang warga Desa Wea Gyi Htaunt, dekat Kota Kyauktaw, kepadaAFP.

"Segera setelah saya tahu itu adalah serangan udara, keluarga kami meninggalkan rumah dan bersembunyi di hutan," kata dia, yang meminta tidak disebutkan namanya karena alasan keamanan. "Saya mendengar puluhan orang yang merupakan pasien rawat jalan, staf medis, dan penduduk desa setempat, terluka," imbuh warga desa itu.

Setidaknya 20 orang, termasuk pasien rawat jalan, perawat dan staf, terluka dalam serangan yang terjadi tak lama setelah tengah malam, kata AA melalui akunTelegrammereka. Lima di antara mereka terluka parah, dan klinik tersebut hampir seluruhnya hancur, imbuh mereka.

Media lokal juga melaporkan serangan itu dan mengatakan 15 orang terluka.

Warga tersebut mengatakan AA sebelumnya telah mengambil alih pengelolaan klinik yang terletak di dekat Wea Gyi Htaunt.

Militer telah berulang kali menembaki daerah tersebut dalam beberapa hari terakhir, tambah mereka.

Perjuangkan Otonomi

AA adalah salah satu dari beberapa kelompok etnis minoritas bersenjata di wilayah perbatasan Myanmar, banyak diantaranya telah berperang melawan militer sejak kemerdekaan dari Inggris pada 1948 demi otonomi dan kendali atas sumber daya yang menguntungkan.

AA mengaku memperjuangkan otonomi yang lebih besar bagi penduduk etnis Rakhine di negara bagian tersebut.

Pertempuran telah menyebar ke 15 dari 17 kota di Negara Bagian Rakhine sejak pecahnya kekerasan pada November, kata kepala hak asasi manusia PBB pada bulan April.

PBB mengatakan ratusan orang tewas atau terluka dan lebih dari 300.000 orang mengungsi.

Bentrokan antara AA dan militer pada tahun 2019 mengguncang wilayah tersebut dan menyebabkan sekitar 200.000 orang mengungsi.

Militer melancarkan tindakan keras terhadap minoritas Rohingya di sana pada tahun 2017, yang kini menjadi subjek kasus genosida PBB.AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP, Ilham Sudrajat

Berita Terbaru

Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia

Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Polda Lampung: Tim Pastikan Tak Ada Titik Api Lain

Fitur Canggih Mobil Ternyata Jarang Dipakai, Ada yang Tak Tahu Cara Menggunakannya

Krisis Air Bersih di Natuna! Pemkab Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Kekeringan Meteorologis, BMKG Ingatkan Seluruh Wilayah Jateng untuk Siaga

Curanmor Merajalela! Polda Banten Bongkar Sindikat yang Beraksi di 14 Lokasi

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

Prawirotaman Adakan Festival Guna Menunjang Kunjungan Wisata

Warga Semarang yang Akan Menikah, Lihat Pameran 50 Vendor Wedding

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

BPBD Cilacap Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kekeringan Meteorologis

Menlu Tiongkok Wang Yi Temui Ketua DEN RI Luhut Panjaitan Bahas Investasi di Indonesia

Ratusan Rumah Adat Sade Ludes Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus Pulihkan Korban

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.