Suku Bunga Tinggi The Fed Masih Hantui Rupiah

Rabu, 15 Mei 2024, 00:56 WIB

JAKARTA - Suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) Fed Fund Rate (FFR) yang tinggi dan dipertahankan dalam jangka waktu lama atau higher for longer masih tetap menghantui rupiah. Pada perdagangan Selasa (14/5), kurs rupiah dibuka turun 49 poin atau turun 0,31 persen ke level 16.130 rupiah per dollar AS dibanding penutupan perdagangan sehari sebelumnya di level 16.081 rupiah per dollar AS.

Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, kepada Antara di Jakarta, Selasa (14/5), mengatakan pernyataan beberapa pejabat Fed yang mendukung sikap higher for longer, termasuk Michelle Bowman dan Lorie Logan, meningkatkan sentimen risk off di pasar keuangan domestik sehingga mendorong rupiah melemah.

Ket. Foto: — Sumber: Sumber: Bank Indonesia - KJ/ONES

Wakil Ketua Federal Reserve, Philip Jefferson, menyatakan bahwa bank sentral AS atau the Fed harus mempertahankan tingkat suku bunga saat ini lebih lama hingga ada bukti yang jelas bahwa inflasi AS bergerak menuju target 2 persen.

Josua mengatakan Surat Berharga Negara (SBN) diperdagangkan bervariasi meskipun rupiah melemah. Volume perdagangan obligasi pemerintah tercatat sebesar 13,41 triliun rupiah pada Senin (13/5), lebih tinggi dibandingkan dengan volume perdagangan pada Jumat yang tercatat sebesar 10,44 triliun rupiah.

Kepemilikan asing pada obligasi rupiah juga meningkat sebesar 2,49 triliun rupiah menjadi 798 triliun rupiah atau naik 13,85 persen dari total obligasi yang beredar pada 8 Mei 2024.

Investor pun, katanya, akan cenderung wait and see dengan mencermati rilis data inflasi AS yang akan dirilis pada Rabu (15/5).

Direktur Keuangan dan Investasi, PertaLife Insurance, Yuzran Bustamar, saat memaparkan kinerja perusahaan tahun 2023 mengatakan kenaikan suku bunga berdampak pada meningkatnya imbal hasil investasi dana kelolaan perusahaan baik di deposito berjangka maupun di instrumen surat berharga lainnya.

"Kenaikan suku bunga acuan BI itu, dalam jangka pendek meningkatkan imbal hasil investasi," kata Yuzran.

Mirip Krisis Moneter 1998

Dihubungi pada kesempatan berbeda, Manajer Riset Seknas Fitra, Badiul Hadi, mengatakan jika kebijakan AS ini berkepanjangan dan dibarengi dengan kenaikan suku bunga the Fed maka akan semakin menekan rupiah, dan situasi tersebut tidak baik bagi perekonomian Indonesia.

"Kondisi rupiah saat ini setidaknya sudah mirip pada saat krisis ekonomi 1998 yaitu berada di level 16.000 rupiah per dollar AS.

Terutama yang paling penting adalah membenahi fundamental ekonomi dalam negeri yang membuat rupiah terus tertekan seperti kebergantungan pada impor pangan dan energi, serta penarikan utang yang tidak produktif.

Pengamat ekonomi dari STIE YKP Yogyakarta, Aditya Hera Nurmoko, mengatakan pemerintah harus menjaga agar ekspor tidak tertekan dan sebaliknya impor barang konsumsi lebih ditekan. "Harga minyak dunia naik, jadi impor migas pasti akan terus naik, sehingga menggerus kinerja neraca perdagangan," katanya.

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Eko S, Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

BPBD Cilacap Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kekeringan Meteorologis

Menlu Tiongkok Wang Yi Temui Ketua DEN RI Luhut Panjaitan Bahas Investasi di Indonesia

Ratusan Rumah Adat Sade Ludes Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus Pulihkan Korban

Korea Utara Tuding Rencana Perluasan Anggaran Pertahanan Jepang Sebagai 'Persiapan Perang'

Brentford Kalahkan Tottenham Hotspur dengan Skor Telak 3-0

Pemprov NTT Percepat Perbaikan Infrastruktur Terdampak Gempa M7,7

Pemerintah Kota Batam Siapkan Subpenyalur BBM Nelayan di Pulau Rempang

Permudah Akses BBM Subsidi, Pemkot Batam Siap Bangun SPBU untuk Nelayan di Pulau Rempang

Harga Daging Ayam Ras di Dua Kabupaten di Riau di Atas Rp40.000/Kg

Film "The Odyssey" Laris di Korea Selatan, Lampaui 6 Juta Penonton

Balas Trump, Iran Peringatkan Negara yang Gabung dengan Sanksi AS Dianggap 'Musuh'

BMKG Prakirakan Sebagian Besar Wilayah RI Diprakirakan Cerah Berawan pada Minggu

Shopee Gandakan Donasi, Perkuat Gotong Royong Digital untuk Pemulihan Paska Gempa NTT

PT KAI Menilai Sejumlah Kegiatan di Purwokerto Tingkatkan Mobilitas Masyarakat

Lampaui Target Nasional, Banten Jadi Contoh CKG-TBC

Tidak Hanya Jadi Ajang Olahraga, Purwokerto City Run 2026 Kenalkan Budaya Lokal

KemenPU Tangani 1.229 Titik Kekeringan: 41 Ribu Hektar Sawah & 616 Ribu Jiwa Terbantu

Kebakaran Rumah di Kebayoran Baru, Sebanyak 81 Personel Dikerahkan

Gempa M5,9 Mengguncang Jepang Bagian Timur termasuk Tokyo, Layanan Kereta Api Terganggu

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.