Ekonomi Nasional Masih Berisiko

Rabu, 15 Mei 2024, 09:08 WIB

JAKARTA - Perekonomian nasional diperkirakan menghadapi tantangan relatif berat pada kuartal II dan III tahun ini di tengah ketidakpastian kondisi global. Apabila tak diwaspadai, risiko perekonomian Indonesia terperosok ke tubir resesi teknis terbuka, seperti beberapa negara lain.

Chief Economist PT Bank Mandiri Tbk, Andry Asmoro, memperingatkan tantangan ekonomi Indonesia akan datang pada kuartal II dan III 2024.

Ket. Foto: — Sumber: ISTIMEWA

"Bagi domestic economy (ekonomi dalam negeri) sendiri, national election (pemilihan umum) kemarin memberikan dorongan kinerja untuk di first quarter (kuartal I-2024) tumbuh 5,11 persen. Cuma kita melihat tantangannya bukan di kuartal I, tapi di kuartal II, kuartal III nanti," katanya dalam agenda rutin Mandiri Macroeconomic Outlook secara virtual, Jakarta, Selasa (14/5).

Pertumbuhan ekonomi RI pada triwulan I-2024 mencapai 5,11 persen, lebih tinggi dibandingkan 5,04 persen di kuartal sebelumnya. Capaian ini didorong akselerasi belanja pemerintah, terutama terkait pemilihan umum (pemilu) yang juga bersamaan dengan pembayaran tunjangan hari raya (THR) seiring Ramadan 1445 Hijriah.

Tingkat konsumsi rumah tangga yang masih tumbuh positif sebesar 4,91 persen dengan kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) 54,93 persen pada triwulan I-2024 menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi.

"Kuartal I ini sudah mendapatkan dorongan yang luar biasa besar dari sisi politik, election, dan juga dari bulan Puasa dan Lebaran. Sementara Lebarannya ada di awal April, mungkin kinerja April masih sedikit bagus, nanti mulai challenge pada Mei ini dan pada Juni. Bulan Juni ada yang namanya back to school period, musim liburan juga, ini biasanya berdampak kepada sektor ritel atau FMCG (Fast-Moving Consumer Goods)," ungkap Andry.

Tantangan ekonomi Indonesia dipengaruhi risiko geopolitik karena eskalasi konflik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak serta memicu volatilitas pasar keuangan global.

Nilai tukar rupiah terdepresiasi hingga sempat menyentuh posisi 16.260 rupiah per dollar Amerika Serikat (AS), terlemah sejak 2020. Menyikapi keadaan tersebut, Bank Indonesia dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG), pada April 2024, menaikkan suku bunga acuan BI Rate sebesar 25 bps (basis points) mencapai 6,25 persen untuk menjaga stabilitas pasar keuangan domestik.

Pelemahan kondisi ekonomi global berimbas terhadap komponen investasi dan neraca perdagangan. Pertumbuhan investasi pada kuartal I masih cenderung lambat, terutama diakibatkan rendahnya investasi non-bangunan. Kinerja neraca perdagangan masih mencatatkan surplus meski dengan nilai yang terus menurun.

Artinya, potensi risiko ke depan masih besar akibat gejolak geopolitik global yang masih berlangsung, kenaikan harga energi dan pangan, serta tekanan dari keluarnya investasi portfolio asing yang menyebabkan penguatan dollar AS.

Potensi Resesi

Apabila tak hati-hati mengelola risiko tersebut, perekonomian nasional dapat terperosok ke jurang resesi. Dalam logika ekonomi, resesi terjadi jika perekonomian terkontraksi atau tumbuh minus dalam dua kuartal berturut-turut.

Meski demikian, pemerintah optimistis kemungkinan Indonesia mengalami resesi ekonomi sangat kecil. "Probabilitas resesi Indonesia hanya 1,5 persen, lebih rendah dibanding hampir semua negara," kata Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, di Jakarta, kemarin.

Dia menambahkan probabilitas tersebut lebih kecil bila dibandingkan negara-negara lain, seperti Jerman yang 60 persen, Italia (55 persen), Inggris (40 persen), Australia (32,5 persen), Amerika Serikat (30 persen) Thailand (30 persen), Russia (17,5 persen), Korea Selatan (15 persen), Tiongkok (12,5 persen).

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Muchamad Ismail

Berita Terbaru

Durian Melimpah di Lebak, Pedagang Raup Omzet hingga Rp50 Juta Sehari

Kampung Adat Sade Terbakar, Kemenpar Siapkan Dapur Umum dan Pemulihan Wisata

Karhutla Kalimantan Makin Mengkhawatirkan, BNPB Perkuat Operasi Modifikasi Cuaca dan Armada Pemadaman

Karhutla Makin Mengancam, Kemenhub Fasilitasi Pesawat Asing untuk Perkuat Penanganan

Aturan Baru Florida Bikin Geger! Ngebut Ditilang, Berkendara Lambat Juga Kena

Potensi Karhutla pada Musim Kemarau, BMKG Minta Masyarakat DIY Waspada

Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia

Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Polda Lampung: Tim Pastikan Tak Ada Titik Api Lain

Fitur Canggih Mobil Ternyata Jarang Dipakai, Ada yang Tak Tahu Cara Menggunakannya

Krisis Air Bersih di Natuna! Pemkab Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Kekeringan Meteorologis, BMKG Ingatkan Seluruh Wilayah Jateng untuk Siaga

Curanmor Merajalela! Polda Banten Bongkar Sindikat yang Beraksi di 14 Lokasi

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

Prawirotaman Adakan Festival Guna Menunjang Kunjungan Wisata

Warga Semarang yang Akan Menikah, Lihat Pameran 50 Vendor Wedding

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.