Mitos-mitos Seputar Serangan Jantung Saat Berolahraga
Selasa, 14 Mei 2024, 23:33 WIBDokter spesialis jantung dan pembuluh darahdr. Teuku Istia Muda Perdan Sp J.P FIHAmenyampaikan penjelasan mengenai mitos-mitos seputar serangan jantung saat berolahraga.
Dalam diskusi kesehatan yang diikuti via daring dari Jakarta, Selasa,lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu mengemukakan bahwa mitos tentang menepuk punggung atau menusuk jari menggunakan jarum untuk menolong orang yang mengalami serangan jantung tidak tepat.
"Mitos ditepuk punggungnya, jari ditusuk agar keluar darah itu tidak tepat, karena bisa memperlama waktu untuk dibawa ke rumah sakit," kata dokter yang biasa disapa Daniitu.
Menurut dia, mitos bahwa tangan dan kaki yang sering berkeringat merupakan tanda penyakit jantung juga sepenuhnya salah.
Dokter yang berpraktik di Rumah Sakit Pondok Indah Bintaro itu menjelaskan bahwa penyakit jantung tidak berhubungandengan produksi keringat pada tangan dan kaki.
Mitos lain yang menyebutkan bahwa mandi air dingin setelah berolahraga dapat menyebabkan serangan jantung, menurutDani, pun tidak benar.
Kendati demikian, ia menjelaskan,orang yang punya penyakit jantung disarankan tidak langsung mandi air dingin setelah berolahraga agar tubuhnya tidak mengalami perubahan suhu drastis.
"Kalau yang diketahui ada penyakit jantung, penyumbatan atau penyempitan, tidak disarankan perubahan suhu mendadak, karena peristiwa alami secara normal habis olahraga pembuluh darah mengecil, pada pasien penyumbatan dapat memicu serangan, itu harus hati-hati," katanya.
Menurut Dani, berolahraga tanpa melakukan pemanasan dan pendinginan serta berolahraga dengan intensitas tinggi juga bisa menimbulkan risiko serangan jantung.
"Paling sering terlalu semangat berolahraga dengan intensitas tinggi tanpa istirahat cukup sebelumnya, lupa ukuran olahraga dari denyut nadi, tidakwarm up, tidakcooling downpada olahraga yang sifatnya permainan seperti futsal atau badminton, itu ada risikonya," ia menjelaskan.
Dani mengatakan bahwa penderita penyakit jantung juga disarankan berolahraga untuk melatih otot jantung agar sirkulasi darah menjadi lebih lancar.
Menurut dia, olahraga yang aman bagi penderita penyakit jantung yakni olahraga yang berdampak rendah seperti bersepeda, joging, berenang, atau senam aerobik.
"Disarankan lengkap,kardio, angkat beban, olahraga nafas seperti yoga, kalau bisa dilakukan akan sangat bagus," katanya.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara, Ones
Berita Terkait:
-
MagangHub Buka Peluang Peserta Berlanjut Jadi Pekerja.
-
Clear Gandeng Shin Tae-yong Bina Talenta Muda Sepak Bola Indonesia
-
DPRD DKI Dorong Jakarta Tak Bergantung pada DBH, Siapkan Pembiayaan Alternatif
-
Jenazah Pendaki Fahri Maulana Berhasil Dievakuasi dari Kawah Gunung Slamet
-
Telkomsel Rayakan Hari Pelanggan Nasional 2026, Bagikan Kejutan Manis di 118 GraPARI se-Sumatera
-
Unik! Penumpang Kereta Diajak Bentangkan Bendera 25 Meter Sambut HUT Ke-81 RI
-
Antisipasi Abu Vulkanik, Masker Dibagikan kepada Warga Saat HBKB Jakarta
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.