Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemkab Benahi Infrastruktur Pertanian Antisipasi Kemarau di Purwakarta

📅 Sabtu, 11 Mei 2024, 00:18 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkab Benahi Infrastruktur Pertanian Antisipasi Kemarau di Purwakarta Doc: ANTARA/dok
Ket. Ilustrasi normalisasi saluran irigasi.

Purwakarta - Pemerintah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat melakukan pembenahan sejumlah infrastruktur pertanian atau infrastruktur sumber daya air untuk mengantisipasi berkurangnya pasokan air pada musim kemarau.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Purwakarta, Sri Jaya Midan, di Purwakarta, Jumat mengatakan pembenahan infrastruktur pertanian di antaranya untuk mendukung suplai ketersediaan air untuk areal sawah pada musim kemarau.

"Pembenahan yang kita lakukan ini di antaranya meliputi embung, waduk, kolam retensi dan penyimpanan air buatan lain," katanya.

Upaya membenahi infrastruktur pertanian tersebut di antaranya dilakukan dengan melakukan pengerukan menggunakan alat berat. Sebab kerusakan pada infrastruktur pertanian ini umumnya pendangkalan dan penyempitan embung atau saluran irigasi.

Hal tersebut dilakukan karena biasanya, setiap musim tanam gadu dan musim tanam kemarau, para petani mengalami kekurangan air untuk mengairi areal persawahannya.

Khusus untuk infrastruktur embung, kata dia, terdapat 33 embung yang tersebar di 30 desa di sepuluh kecamatan seperti di Kecamatan Bojong, Darangdan, Wanayasa, Kiarapedes, Pondoksalam, Plered, Maniis, Pasawahan, Cibatu dan Kecamatan Campaka.

Infrastruktur pertanian lain yang dibenahi dalam mengatasi kekurangan air pada musim kemarau ialah saluran irigasi penyuplai air ke areal persawahan.

Di Purwakarta terdapat 64 Daerah Irigasi (DI) yang terdiri dari saluran irigasi tersier yang panjangnya mencapai 91.675 meter dan saluran irigasi sekunder yang panjangnya mencapai 38.258 meter.

Selain membenahi infrastruktur pertanian, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan juga menyiapkan ratusan pompa air untuk areal persawahan guna mengantisipasi berkurangnya pasokan air di musim tanam gadu dan musim tanam di tengah cuaca kemarau.

Midan mengatakan, sebanyak 143 pompa air disiapkan yang kemudian akan disebar ke 143 titik areal persawahan di 17 kecamatan se-Purwakarta.

Untuk pompa air yang disiapkan ini di antaranya pompa ukuran 3 inch, 4 inch dan ukuran 6 inch.

Disebutkan bahwa kapasitas suplai air untuk pompa ukuran 3 dan 4 inch mampu mengairi areal persawahan seluas 8 hektare. Sedangkan untuk pompa ukuran 6 inch mampu menyuplai air untuk sawah seluas 11 hektare sawah.

Ia mengatakan, pompa air tersebut akan dimanfaatkan untuk para petani yang tergabung dalam kelompok tani yang terdaftar dalam Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Roy Suryo Ajukan Praperadil...

Bunga Tinggi The Fed Bikin Mental Rupiah Keder

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Ekonomi
Bunga Tinggi The Fed Bikin ...

Perluasan Pasar Bisa Melalui Mekanisme Digital

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perluasan Pasar Bisa Melalu...
Megapolitan
Pembangunan SDM, Sekolah-se...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp71.600/...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.