- Home
-
- Megapolitan
-
- Integrasi Pelayanan Primer...
Integrasi Pelayanan Primer Permudah Akses Kesehatan
Sabtu, 11 Mei 2024, 04:00 WIBTANGERANG - Puskesmas pembantu akan dibangun di setiap kelurahan di Kota Tangerang. Ini sebagai upaya meningkatkan pelayanan kesehatan level kelurahan setelah dimulainya integrasi pelayanan kesehatan primer (ILP).
"Keberadaan Puskesmas pembantu untuk memberdayakan masyarakat bidang kesehatan sesuai dengan kearifan lokal," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr Dini Anggraeni, Jumat (10/5). Dini mengatakan inovasi "Cageur Jasa" akan diintegrasikan fungsinya seperti Puskesmas pembantu dalam petunjuk teknis ILP. Kader posyandu ke depan akan semakin ditingkatkan kualitas dan kesejahteraannya.
"Kader akan diberi pelatihan untuk mencapai 25 kompetensi yang disesuaikan dengan jenjang kader dan insentifnya. Kesehatan masyarakat diharapkan semakin meningkat dengan adanya kunjungan rumah di luar hari buka Posyandu," jelas Dini.
Dia menambahkan, sejak akhir tahun lalu, Dinkes sudah memfasilitasi pelatihan manajemen Puskesmas, infrastruktur perangkat lunak, dan komunikasi dengan berbagai pihak. "Hal ini termasuk dengan BPJS yang terus dibina. Semua dilakukan guna memperkuat kerja sama dan mempercepat kehadiran ILP di tengah-tengah masyarakat," katanya.
Kemudian, transformasi sistem kesehatan nasional akan benar-benar membuat pelayanan kesehatan, khususnya kesehatan primer semakin terintegrasi. Misalnya, penambahan pelayanan disertai peningkatan kualitas. Penambahan vaksin rutin menjadi 14. Lalu, pemeriksaan ibu hamil dari empat menjadi enam kali dengan dua kali USG.
Ada juga 14 jenis screening sesuai dengan siklus hidup menjadi nilai tambah kehadiran ILP.
"Integrasi pelayanan kesehatan primer mempermudah aksesibilitas masyarakat terhadap kesehatan. Sebab, layanan kesehatan didekatkan sampai ke wilayah," ujarnya.
Soal DBD
Sementara itu, terkait merebaknya kasus demam berdarah dengue, menurut Dini, anak-anak yang terserang dalam usia 5 hingga 14 tahun. Mereka banyak diserang karena sistem kekebalan tubuhnya belum terbentuk secara sempurna.
"Orang dewasa juga memiliki risiko terkena DBD. Namun, kemungkinan masuk ke fase preshock lebih kecil. Orang dewasa banyak memiliki cairan tubuh," katanya. Jika sudah lebih dari tiga hari demam tidak turun-turun, bahkan suhu permukaan tubuh anak terasa dingin, Dini menyarankan agar segera dibawa ke fasilitas kesehatan karena bisa menjadi fase preschock.
"Apalagi bila kemudian ditemukan tanda-tanda seperti gusi berdarah, mimisan, atau nyeri perut. Itu bisa saja artinya pendarahan di dalam saluran cerna," ujarnya. Menurut Dini, pemberantasan sarang nyamuk masih merupakan cara pencegahan penyebaran DBD paling efektif.
"Saat ini memang sudah ada vaksin DBD yang bisa dimanfaatkan masyarakat secara mandiri. Tapi ingat, walaupun sudah divaksin, kita masih akan ada kemungkinan terkena demam berdarah. Jadi, memang PSN dan 3M masih harus terus dilakukan," tandasnya.
Kegiatan 3M adalah menguras tempat penampungan air, menutup penampungan air, serta mendaur ulang benda yang berisiko dijadikan tempat nyamuk berkembang biak.
- Puskesmas
- demam berdarah dengue (DBD)
- DBD
- Kasus DBD
- kota tangerang
- Cegah DBD
- Akses Kesehatan
- Pelayanan Medis
- ILP
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka, Antara
Berita Terkait:
-
Como Menguji Ketangguhan Inter di Laga Penentu
-
AS Persiapkan Pangkalan Garis Depan Khusus untuk F-35 di Pasifik
-
Kesadaran Warga untuk Hidup Sehat Makin Tinggi
-
Fogging untuk Mencegah DBD di Pulau Harapan
-
BRIN Kembangkan Riset Monitoring Real Time Cegah Kecelakaan Kereta
-
Dorong UMKM Naik Kelas, ASDP Ramaikan Inabuyer 2026
-
UMKM Terbantu Bazar Lebaran Betawi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.