Kesadaran Warga untuk Hidup Sehat Makin Tinggi

Selasa, 21 Apr 2026, 01:05 WIB

JAKARTA – Kesadaran masyarakat Jakarta untuk menjalani hidup sehat semakin tinggi. Hal itu terlihat banyaknya orang memeriksakan diri ke pusat-pusat layanan kesehatan.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta mencatat sebanyak 3.753 orang telah memanfaatkan layanan telekonsultasi kesehatan mental JakCare pada tahun 2025.

Ket. Foto: Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno. — Sumber: ANTARA/Lia Wanadriani Santosa

“Pelayanan kesehatan mental daring 24 jam melalui JakCare dengan psikolog klinis telah diakses oleh 3.753 warga,” kata Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno saat menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Jakarta Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD Jakarta, Senin.

JakCare yang diakses melalui aplikasi Jakarta Kini (JAKI) dapat dimanfaatkan untuk menangani kasus-kasus adiksi atau kecanduan, termasuk kecanduan terhadap gim dan rokok serta stres akibat pekerjaan yang dirasakan oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun pekerja kantoran lainnya. Selain adiksi, stres akibat pekerjaan juga dapat dikonsultasikan melalui JakCare. Dalam menangani kasus ini, psikolog biasanya akan melihat dampak stres yang dialami pasien dalam kehidupan sehari-hari.

Selain capaian JakCare, dalam urusan kesehatan, Rano juga menyampaikan cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang mencapai 99,94 persen, dengan jumlah peserta yang didaftarkan Pemda sebanyak 4,25 juta orang.Dalam kesempatan itu, dia pun mencatat peningkatan akses terhadap layanan kesehatan yang holistik, berkualitas, dan berkelanjutan, dengan nilai Universal Health Coverage Service Coverage Index (Indeks Cakupan Layanan UHC) sebesar 80,07 persen.

“Juga tercapainya indeks pencapaian Standar Pelayanan Minimal Kesehatan berkategori tuntas sebesar 100 persen,” ujar Rano. Capaian lain yang juga dijelaskan terkait layanan kesehatan dasar. Dia menghadirkan layanan kesehatan berbasis home service bagi warga dengan keterbatasan mobilitas, khususnya lansia.

Layanan tersebut dilakukan oleh 292 perawat koordinator Pasukan Putih yang bertugas di puskesmas pembantu dan 584 petugas Pasukan Putih yang diturunkan langsung ke rumah-rumah warga. Peningkatan layanan kesehatan di Jakarta juga diperkuat dengan pembangunan empat puskesmas di wilayah Kecamatan Matraman, Kelurahan Balekambang, Kelurahan Glodok, dan Kelurahan Gedong.

Selanjutnya, terlaksananya peningkatan sarana dan prasarana kesehatan berupa rehab total lima puskesmas, yaitu Puskesmas Senen, Puskesmas Pembantu (Pustu) Meruya Selatan, Pustu Johar Baru II, Pustu Pegangsaan, dan Pustu Rorotan,” ungkap Rano.

Adminduk

Pekerjaan lain Pemprov Jakarta adalah sosialisasi adminduk kepada para pendatang baru. Ini antara lain tengah dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur (Jaktim)/ Jaktim menggencarkan sosialisasi administrasi kependudukan (adminduk) bagi 2.436 pendatang baru yang tercatat masuk ke wilayah tersebut hingga pertengahan April 2026.

“Jumlah pendatang baru di Jakarta Timur sampai cut off tanggal 18 April mencapai 2.436 jiwa. Mereka wajib tercatat secara administrasi," kata Wakil Wali Kota Jakarta Timur Kusmanto di Kantor Kelurahan Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur, Senin. Upaya ini dilakukan untuk memastikan seluruh warga, termasuk pendatang, tertib administrasi dan tercatat secara resmi dalam sistem kependudukan.

Kegiatan ini melibatkan para pengurus RT, RW, Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK), serta Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) dari 15 RW. Kusmanto menegaskan, pendataan dan sosialisasi ini menjadi langkah penting untuk mengantisipasi berbagai persoalan sosial serta memastikan pelayanan publik berjalan optimal.

  • JakCare

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.