Umat Kristiani Diharapkan Perkuat Nilai Kasih dengan Sesama

Jumat, 10 Mei 2024, 01:20 WIB

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap peringatan Hari Kenaikan Yesus Kristus dapat menjadi inspirasi tentang nilai-nilai kasih terhadap sesama.

Hal tersebut disampaikan Presiden Jokowi dalam unggahan media sosial X @jokowi yang dipantau di Jakarta, Kamis (9/5), bertepatan dengan Hari Kenaikan Yesus Kristus.

Ket. Foto: Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas — Sumber: ANTARA/Putri Hanifa

"Semoga peristiwa suci ini menjadi inspirasi tentang nilai-nilai kasih kepada sesama," tulis Presiden Jokowi.

Kepala Negara mengucapkan selamat memperingati Hari Kenaikan Yesus Kristus untuk umat Kristiani Indonesia.

Dia berharap peristiwa Kenaikan Yesus Kristus juga menginspirasi nilai kasih dalam menjaga persatuan dan keharmonisan di tengah keberagaman bangsa.

Sebelumnya, Menteri Agama (Menag) RI Yaqut Cholil Qoumas mengucapkan selamat memperingati Kenaikan Yesus Kristus bagi seluruh umat Kristen dan Katolik di Indonesia.

"Saya menyampaikan selamat memperingati Kenaikan Yesus Kristus kepada umat Kristen dan Katolik. Selalu ada nilai dan makna dari setiap peringatan hari keagamaan," kata Menag Yaqut dalam keterangan di Jakarta, Kamis.

Gus Men, sapaan akrabnya, berharap Umat Kristiani di Indonesia dapat menggali makna terdalam Hari Kenaikan Yesus Kristus. Menag menilai ajaran Yesus sarat dengan semangat pelayanan dan persahabatan universal.

Menurutnya, Kenaikan Yesus Kristus memotivasi umat Kristiani untuk melayani sesama dan merajut kebersamaan di tengah keragaman. "Saya melihat Peringatan Kenaikan Yesus Kristus tahun ini menjadi momen penting bagi umat Kristiani kembali memperkuat persahabatan universal, terlebih setelah perhelatan Pemilihan Umum," ujarnya.

Gus Men menuturkan Indonesia sebagai sebuah negara membutuhkan peran dan kontribusi semua pihak dalam membangun dan mewujudkan kemajuan. "Mari rajut persahabatan dan perkuat kerukunan agar pelayanan umat optimal di tengah keragaman," kata Menag.

Solidaritas dan Subsidiaritas

Sementara itu, Pastor rekan Gereja Katedral Jakarta mengatakan Hari Kenaikan Yesus Kristus mengajarkan para umatnya untuk selalu menjaga toleransi beragama dan berbagi kasih pada sesama.

"Kita diutus itu Tuhan dengan memilih kita, menyertai kita untuk mewartakan Allah berarti mewartakan kasih, membagikan kasih kepada banyak orang dengan cara hidup solider dengan umat atau orang yang lemah, miskin, kecil dan tersingkirkan," kata Pastor Rekan Gereja Katedral Jakarta Yohanes Deodatus S.J di Jakarta, Kamis.

Romo Yohanes menuturkan dalam perayaan hari besar yang bertema "Memperkuat Solidaritas dan Subsidiaritas untuk Mewujudkan Kesejahteraan Bersama" itu, tantangan yang dihadapi oleh seluruh umat beragama pada masa kini adalah menjaga rasa toleransi beragama yang menjamin hak keberagaman setiap manusia.

Padahal undang-undang negara telah memberikan jaminan pada kebebasan individu menentukan agama yang dianut.

Pemerintah sendiri melalui Keputusan Presiden (keppres) Nomor 8 Tahun 2024 tentang hari libur telah mengakomodir perubahan nomeklatur nama Isa Almasih menjadi Yesus Kristus untuk menunjukkan rasa saling menghormati dan menghargai umat Kristen Katolik dan Protestan.

"Setiap insan itu patut kita syukuri, walaupun ada oknum-oknum tertentu yang merasa bahwa pandangan itu belum sesuai dengan dirinya. Itu yang tentunya kita sayangkan dan prihatinkan," ujar dia.

Menurutnya meski terdapat perbedaan dalam hal kepercayaan, masyarakat seharusnya memahami bahwa sebagai sesama manusia, semua orang harus memiliki moralitas yang sama. Terutama dalam hal berbagi kasih, hidup damai dan sejahtera.

"Pesan yang ingin saya sampaikan adalah sebagai umat beragama, bertemu dalam titik moral bersama. Kita mungkin berbeda dalam iman, berbeda kepercayaan, tapi kita bertemu dalam satu titik kemanusiaan yang sama, moralitas yang sama bahwa kita ingin membagi kasih, hidup damai dan sejahtera. Maka, mari kita menjaga toleransi kebersamaan itu," kata Yohanes.

Bila berkaca dari kisah Yesus Kristus, Yohanes bercerita bahwa naiknya Yesus ke surga bukan dikarenakan Dirinya ingin meninggalkan umat, melainkan agar bisa hadir di setiap langkah hidup dan menjadi jawaban atas permasalahan manusia, utamanya dalam menyuarakan cinta dan kasih sayang.

"Setelah Yesus bangkit, nampaknya juga butuh waktu untuk terus bertobat memurnikan diri, masih ada kesesuaian antara para murid dan Tuhan pikirkan. Tapi setelah Paskah inilah kenaikan Tuhan dimana lalu para murid mengalami suka cita, damai, bertobat mereka mau diutus untuk mewartakan tuhan mewartakan kasih dari keluarga yang paling kecil, lingkungan mereka, masyarakat Indonesia sampai ke ujung bumi," ucap dia.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.