Israel Tolak Gencatan Senjata Usulan Mesir dan Qatar
📅 Selasa, 07 Mei 2024, 18:11 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: NHK
RAFAH - Hamas mengeluarkan pernyataan pada Senin (6/5) yang mengatakan pemimpin mereka, Ismail Haniyeh, telah menyetujui gencatan senjata yang diusulkan oleh perunding dari Mesir dan Qatar.
Kantor Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengeluarkan pernyataannya sendiri, dengan mengatakan bahwa proposal tersebut jauh dari persyaratan yang diperlukan.
Para pemimpin Israel mengatakan delegasi mereka akan terus bernegosiasi dan pasukan Israel akan melanjutkan operasi di Kota Rafah di selatan. Para jurnalis di lapangan mengatakan tentara Israel melakukan setidaknya 10 serangan pada Senin saja.
Tentara Israel telah menyebarkan brosur dan menggunakan media sosial untuk mendesak warga sipil agar mengungsi ke tempat-tempat yang telah ditetapkan oleh pemerintah Israel sebagai daerah kemanusiaan.
Pejabat PBB mengatakan relokasi tersebut tidak manusiawi.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Daerah-daerah tersebut kekurangan infrastruktur yang diperlukan untuk menampung ribuan pengungsi," ungkap mereka seraya mengatakan berniat untuk tetap berada di sana dan mengirimkan bantuan kepada masyarakat, bahkan juga di Rafah.
Pasukan Israel telah menutup dua perlintasan yang penting untuk menyalurkan bantuan. Pejabat Gedung Putih mengatakan Perdana Menteri Netanyahu melalui telepon setuju dengan Presiden Joe Biden untuk membuka kembali penyeberangan Kerem Shalom demi bantuan kemanusiaan. NHK/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!