Bekasi Bangkitkan Wirausaha

Jumat, 03 Mei 2024, 04:40 WIB

BEKASI - Semangat wirausaha kaum pekerja terus coba dibangkitkan oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi. Caranya, dengan mendorong mereka memiliki karir sekunder agar mampu meraih penghasilan tambahan.

Penjabat Bupati Bekasi, Dani Ramdan, mengatakan ini saat menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional di Hotel Sahid Jaya Lippo Cikarang, Rabu. Dia menjelaskan, pola pikir sebagian masyarakat bahwa pintu rezeki hanya bekerja di pabrik atau menjadi pegawai pemerintahan. "Persepsi ini turut berdampak pada tingginya angka pengangguran Bekasi," tandas Dani.

Ket. Foto: Penjabat Bupati Bekasi Dani Ramdan memberikan sambutan di depan perwakilan serikat pekerja saat memperingati Hari Buruh Internasional di Hotel Sahid Jaya Lippo Cikarang, Rabu. — Sumber: ANTARA/Pradita Kurniawan Syah

Dengan kata lain, banyak yang menganggur karena semua ingin menjadi pekerja pabrik atau pegawai pemerintahan. "Makanya kita mendorong agar pintu-pintu rezeki lainnya dibuka, seperti dengan menjadi pengusaha," katanya.

Pemerintah Kabupaten Bekasi kini memiliki dua Mobile Training Unit (MTU) untuk digunakan pekerja perusahaan yang ingin meningkatkan kemampuan di bidang wirausaha. Ini sebagai upaya mendukung dan merealisasikan tambahan pendapatan.

"MTU guna mendukung program secondary career agar pekerja tidak hanya berorientasi menjadi pegawai, tetapi juga menjadi pengusaha atau wirausaha," tuturnya. Menurut Dani, MTU akan datang ke perusahaan-perusahaan guna melatih para pekerja yang berminat membangun dunia wirausaha sesuai dengan minat.

Dani menambahkan, kehadiran MTU juga menjawab keinginan masyarakat yang minta agar pelatihan kerja tidak hanya terpusat di Balai Latihan Kerja (BLK). MTU lebih praktis karena bisa mendatangi kantor kecamatan, desa, hingga RT/RW.

Berdasarkan hasil musyawarah rencana pembangunan (musrenbang), terdapat sejumlah usulan warga. Salah satunya, menginginkan pelatihan kewirausahaan di lingkungan tempat tinggal.

Saat ini, baru ada dua MTU. Ke depan Pemkab akan mengajak dunia usaha menamabh jumlahnya. " Dengan begitu, semakin banyak banyak lagi bisa diadakan pelatihan. Jadi, tidak perlu menunggu giliran karena bisa dalam satu waktu di beberapa lokasi.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.