Ada Apa Sampai Pemkot Semarang Siapkan 477 Porsi Nasi Goreng Gratis
Jumat, 03 Mei 2024, 00:03 WIBSemarang - Pemerintah Kota Semarang akan menyiapkan setidaknya 477 porsi nasi goreng pada gelaran Semarang Introducting Market (SIM) 2024, sebagai rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-477 kota tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang Wing Wiyarsodi Semarang, Kamis, mengatakan bahwa gelaran SIM 2024 berlangsung di Lapangan Simpang Lima Semarang, Jumat (3/5).
Menurut dia, SIM merupakan agenda tahunan Dinkop dan UMKM Kota Semarang untuk mempromosikan berbagai produk unggulan koperasi dan UMKM di Kota Semarang yang berlangsung pada 3-5 Mei 2024.
Pada agendatahunan kali ini, kata dia, ada lomba memasak dari Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Semarang dan masak bersama Wali Kota Semarang danBobon Santoso dengan menu nasi goreng.
"Ada lomba masak Dekranasda, bahkan Ibu Wali Kota Hevearita Gunaryanti Rahayu akan bersama Chef Bobon Santoso melakukan masak besar dengan menu nasi goreng Semarang," katanya.
Hasil masak besar itu, kata dia, selanjutnya dibagikan kepada masyarakat secara gratis yang porsinya disesuaikan dengan usia ibu kota Provinsi Jateng tersebut, yakni 477 porsi.
"Rencana ada 477 porsi yang akan kami bagikan di Hari Jadi Kota Semarang ini. Sesuai dengan usia Kota Semarang saat ini," katanya.
Pada SIM 2024, katanya, setidaknya ada ada 75 UMKM dari komunitas ekonomi kreatif dan kecamatan di Kota Semarang, yang akan memperkenalkan dan menawarkan produk-produk unggulannya.
"Kami menyiapkan 75 tenantUMKM agar mereka bisa berjualan dan mengenalkan produknya. Tentunya, mereka sudah memiliki izin dan ada yang masih dalam proses perizinan," katanya.
Ia mengatakan bahwa SIM merupakan sarana yang efektif untuk mempromosikan produk unggulan koperasi dan UMKM Semarang, sekaligus sebagai upaya percepatan pemulihan ekonomi lokal dan peningkatan kualitas produk.
Tak hanya itu, lanjut Wing, lewat SIM diharapkan bisa memperluas jangkauan pasar dan kemitraan usaha mikro dengan banyak pemangku kepentingan terkait.
"SIM ini digelar untuk menggerakkan para pelaku UMKM agar mereka semakin semangat berjualan, terutama bisa naik kelas. Harapannya mereka bisa membuat produk yang berkualitas, dengan harga kompetitif dan dengan packaging yang bagus," katanya.
Selain bazar UMKM dari berbagai sektor, seperti fesyen, kerajinan tangan dan makanan, kolaborasi juga dilakukan dengan dinas terkait, seperti Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dengan penyelenggaraan Niscala Semarang Night Carnival (SNC) 2024 hingga bursa kerja.
"Kegiatannya banyak, ada Bazar UMKM Semarang Introducing Market (SIM). Ada penyerahan sertifikat halal dan Haki serta PIRT kepada UMKM," pungkasnya.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Kemenkes Kirim Logistik Kesehatan Respons Kebakaran TPA Jatiwaringin
-
Stadion Tri Lomba Juang Dibenahi, Perkuat Semarang sebagai Destinasi Sport Tourism
-
Gua Metanduno Resmi Ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional
-
Tim Statistik UB Mengembangkan Sistem Deteksi Dini untuk Kesulitan Belajar
-
Harga Cabai Rawit Rp71.600/Kg, Telur Ayam Rp29.800/Kg di Rabu Pagi
-
Festival Dalang Anak dan Remaja Digelar di Yogya, Jaring Dalang Mumpuni dari Kalangan Muda
-
OJK Warning! Keamanan Transaksi Digital Tak Bisa Lagi Dianggap Remeh
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.