Antisipasi Bencana, BNPB Harapkan Alat Pendeteksi Gempa Tak Terganggu Letusan Gunung Ruang
Rabu, 01 Mei 2024, 08:00 WIBJakarta - Pimpinan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengharapkan alat pendeteksi gempa di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara dan sekitarnya tidak terganggu letusan Gunung Ruang sehingga bisa tetap melaporkan peringatan dini kebencanaan dengan cepat dan akurat.
Pernyataan tersebut diungkapkan Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Selasa, guna menanggapi laporan adanya kerusakan pada salah satu stasiun seismik Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) akibat letusan Gunung Ruang fase kedua dini hari tadi.
Informasi yang dihimpun BNPB, stasiun seismik untuk merekam berbagai aktivitas kegempaan gunung api yang rusak itu berada di pinggir pantai Pulau Ruang dan berjarak sekitar dua kilometer dari pusat kawah aktif.
"Letusan itu mengakibatkan alat dari PVMBG sempat dilaporkanoffdan harus diinstal ulang, sehingga kami harapkan bisa kembali beroperasi seperti seharusnya," kata dia.
Selain itu, BNPB pun mengharapkan alat pendeteksi tsunami yang dioperasikan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan Badan Informasi Geospasial (BIG) juga bisa difungsikan secara maksimal.
Alat pendeteksi tsunami tersebut berada di pos pemantauan muka air laut yang tersebar di wilayah Kepulauan Sangihe, Bitung dan Kepulauan Siau Kabupaten Sitaro.
Hal demikian dikarenakan menurut dia, erupsi fase ke dua Gunung Ruang pada Selasa dini hari tadi menimbulkan guncangan dan jangkauan material vulkanik yang lebih luas mencapai radius tujuh kilometer dari kawah aktif sehingga dikhawatirkan dampaknya bisa lebih besar.
"Oleh karena itu semuanya ini perlu disiapkan sehingga kita dapat meminimalisir dampak kerusakan seiring peningkatan aktivitas vulkanologi Gunung Ruang," ujarnya.
Sebelumnya, PVMBG resmi menetapkan status Gunung Ruang naik menjadi level IV (Awas) dari sebelumnya berada pada level III, Siaga.
Peningkatan status tersebut dilakukan setelah gunungstratovolcanoitu kembali meletus dan mengeluarkan kolom erupsi mencapai 2.000 meter dari atas puncak yang disertai suara gemuruh dan gempa yang dirasakan secara terus menerus, Selasa pagi pukul 02:35 WITA.
Bahkan, tim Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) di Pulau Ruang, Kabupaten Kepulauan Sitaro mencatat Gunung Ruang kembali mengalami tiga kali erupsi pada periode pengamatan mulai dari pukul 12:00 - 18:00 WITA. Ketiga letusan tersebut melontarkan material erupsi dengan warna asap kelabu dan hitam setinggi 800-1.500 meter.
Atas kondisi tersebut maka PVMBG merekomendasikan untuk segera mengevakuasi warga yang berada pada radius enam-tujuh kilometer dari pusat kawah aktif Gunung Ruang (Tagulandang dan sekitarnya) yang sama sekali tidak boleh ada aktivitas apapun.
- Bencana Alam
- BNPB
- Gempa
- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)
- Antisipasi
- Letusan
- Letusan Gunung Berapi
- Gunung Meletus
- Gunung Ruang
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Gunung Marapi di Sumbar Erupsi Lagi, Waspada! Ancaman Lahar Dingin Mengintai
-
Terminal Simpang Nangka Rejang Lebong Tambah Armada Hadapi Mudik
-
Eliano Reijnders: Persib Bertekad Kalahkan Borneo FC untuk Perlebar Jarak Klasemen
-
Inggris Lobi Arab Saudi Amankan Pasokan Minyak
-
McLaren Awali Musim F1 2026 dengan Pendekatan Bertahan, Stella Akui Ferrari dan Mercedes Unggul
-
Akhiri Ketergantungan Impor, Swasembada Garam Dikejar 2027
-
Tembus Pasar Inggris, UMKM Kantongi Potensi Rp10,76 Miliar
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.