Investasi Emas Aman di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Dunia

Senin, 29 Apr 2024, 00:14 WIB

Banda Aceh - Akademisi Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh, Chenny Seftarita, menyebutkan investasi emas menjadi pilihan yang paling aman bagi masyarakat di tengah ketidakpastian kondisi politik dan ekonomi global.

"Pada kondisi yang tidak pastiseperti saat ini, tentu investasi emas adalah pilihan yang paling aman," kata Chenny Seftarita, di Banda Aceh, Minggu.

Koordinator Program Studi Ekonomi Pembangunan di USK itu menjelaskan, tren menguatnya harga emas dunia saat ini disebabkan oleh ketidakpastian kondisi politik dan ekonomi global.

Ketidakpastian ini, kata dia, menyebabkan meningkatnya permintaan terhadap emas sebagai alternatif investasi yang aman.

"Ketidakpastian menyebabkan investor beralih berinvestasi emas dibandingkan dengan investasi portofolio seperti saham yang resikonya lebih tinggi. Meningkatnya permintaan emas tersebut kemudian menyebabkan harga emas naik," ujarnya.

Di Aceh, per hari Sabtu 27 April 2024, harga emas mencapai rekor tertinggi yaitu mencapai Rp3,8 juta per mayam (belum termasuk ongkos). Harga tersebut mengalami fluktuasi yang mana beberapa hari sebelumnya sempat sedikit mengalami penurunan.

Di samping itu, menurut dia, melemahnya nilai tukar rupiah saat ini yaitu rata-rata kisaran Rp16 ribu per dolar menjadikan investasi emas lebih menguntungkan dibandingkan pilihan investasi lainnya.

Alasannya, melemahnya rupiah mengindikasikan ekonomi tidak sedang baik-baik saja bahkan menyebabkan inflasi meningkat, dilihat dariimported inflationdancost push inflation.

"Investasi emas juga cukup menguntungkan di tengah potensi inflasi yang akan meningkat ke depan," katanya.

Chenny juga mengungkapkan, apabila nilai rupiah terus melemah, dampak secara psikologis investor asing akan melakukan pelarian modal (capital outflow) dari Indonesia ke negara yang lebih menguntungkan. Apalagi, saat ini USA masih menjanjikan dengan ditundanya peningkatan suku bunga The Fed.

"Jika USA merealisasikan kenaikan suku bunga The Fed, maka ada peluang menurunnya permintaan investasi saham dan obligasi di USA, investor akan mengalihkan investasinya di emas dan atau di pasar keuangan di luar USA yang dinilai menjanjikan," ujarnya.

Untuk itu, ia menyarankan masyarakat yang ingin berinvestasi emas sebagai tabungan jangka panjang, dapat melakukannya ketika harga emas mengalami penurunan di pasaran.

"Mengingat kita mengharapkan selisih jual dan beli yang menguntungkan di kemudian hari," demikian Chenny Seftarita.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.