Taiwan Laporkan Aktivitas Militer Tiongkok Setelah Blinken Tinggalkan Beijing

Minggu, 28 Apr 2024, 12:10 WIB

TAIPEI - Taiwan melaporkan aktivitas militer Tiongkok di dekat pulau itu pada Sabtu (27/4), 12 pesawat melintasi garis median sensitif Selat Taiwan, sehari setelah Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengakhiri kunjungan ke Tiongkok.

Amerika Serikat adalah pendukung dan pemasok senjata internasional terpenting bagi Taiwan meskipun tidak ada hubungan diplomatik formal. Blinken mengatakan telah menekankan "pentingnya" menjaga perdamaian dan stabilitas di selat tersebut selama berada di Tiongkok.

Ket. Foto: Pesawat tempur SU-30 milik militer Tiongkok. — Sumber: flightzona.com

Taiwan yang diperintah secara demokratis menghadapi peningkatan tekanan militer dari Tiongkok, yang memandang pulau itu sebagai wilayahnya sendiri. Pemerintah Taiwan menolak klaim tersebut.

Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan, mulai pukul 09.30 pada hari Sabtu pihaknya mendeteksi 22 pesawat militer Tiongkok, termasuk pesawat tempur Su-30, 12 di antaranya telah melintasi garis median ke utara dan tengah Taiwan.

Garis tersebut pernah berfungsi sebagai perbatasan tidak resmi antara kedua belah pihak yang tidak dapat dilintasi oleh militer kedua belah pihak, namun angkatan udara Tiongkok kini secara teratur mengirimkan pesawat melewatinya. Tiongkok mengatakan mereka tidak mengakui keberadaan garis tersebut.

Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan pesawat tersebut terlibat dalam "patroli kesiapan tempur bersama" dengan kapal perang Tiongkok, dan pesawat dan kapal Taiwan merespons dengan "tepat".

Kementerian Pertahanan Tiongkok tidak menjawab permintaan komentar di luar jam kerja pada hari Sabtu.

Angkatan bersenjata Taiwan memiliki perlengkapan yang baik dan terlatih, namun kalah dibandingkan angkatan bersenjata Tiongkok, terutama angkatan laut dan udara, yang merespons misi Tiongkok hampir setiap hari.

Tiongkok menganggap Taiwan sebagai isu paling penting dalam hubungannya dengan Amerika Serikat, dan Beijing telah berulang kali menuntut Washington mengakhiri penjualan senjata ke Taiwan.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: CNA

Berita Terbaru

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

BPBD Cilacap Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kekeringan Meteorologis

Menlu Tiongkok Wang Yi Temui Ketua DEN RI Luhut Panjaitan Bahas Investasi di Indonesia

Ratusan Rumah Adat Sade Ludes Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus Pulihkan Korban

Korea Utara Tuding Rencana Perluasan Anggaran Pertahanan Jepang Sebagai 'Persiapan Perang'

Brentford Kalahkan Tottenham Hotspur dengan Skor Telak 3-0

Pemprov NTT Percepat Perbaikan Infrastruktur Terdampak Gempa M7,7

Pemerintah Kota Batam Siapkan Subpenyalur BBM Nelayan di Pulau Rempang

Permudah Akses BBM Subsidi, Pemkot Batam Siap Bangun SPBU untuk Nelayan di Pulau Rempang

Harga Daging Ayam Ras di Dua Kabupaten di Riau di Atas Rp40.000/Kg

Film "The Odyssey" Laris di Korea Selatan, Lampaui 6 Juta Penonton

Balas Trump, Iran Peringatkan Negara yang Gabung dengan Sanksi AS Dianggap 'Musuh'

BMKG Prakirakan Sebagian Besar Wilayah RI Diprakirakan Cerah Berawan pada Minggu

Shopee Gandakan Donasi, Perkuat Gotong Royong Digital untuk Pemulihan Paska Gempa NTT

PT KAI Menilai Sejumlah Kegiatan di Purwokerto Tingkatkan Mobilitas Masyarakat

Lampaui Target Nasional, Banten Jadi Contoh CKG-TBC

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.